Australia

Wakil Dubes Australia Perkuat Kerja Sama Budaya, Pendidikan, dan Inklusivitas di Yogyakarta

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 20 Oktober 2025 19:41

Wakil Dubes Australia Perkuat Kerja Sama Budaya, Pendidikan, dan Inklusivitas di Yogyakarta
Wakil Dubes Australia Perkuat Kerja Sama Budaya, Pendidikan, dan Inklusivitas di Yogyakarta

YOGYAKARTA, Trotoar.id – Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta pada 16–19 Oktober 2025.

Kunjungan ini menegaskan komitmen kuat Australia dalam memperkuat hubungan budaya, pendidikan, serta kerja sama antar komunitas dengan Indonesia.

Dalam rangkaian kunjungannya, Wakil Dubes Kamath turut tampil sebagai pemain biola dalam konser kolaboratif bersama anggota Melbourne Symphony Orchestra (MSO) dan peserta Youth Music Camp.

Acara ini berlangsung pada 16 Oktober di Auditorium Driyarkara, Universitas Sanata Dharma.

“Kolaborasi ini mencerminkan kekuatan hubungan Australia-Indonesia dan komitmen bersama kita untuk memupuk kreativitas, dialog, dan persahabatan melalui bidang seni,” ujar Kamath.

Kolaborasi MSO dengan Yogyakarta telah berlangsung sejak tahun 2016 dan menjadi bagian dari kemitraan jangka panjang antara Pemerintah Negara Bagian Victoria dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan.

Selain bidang seni, kunjungan Kamath juga menyentuh hubungan pendidikan dua negara. 

Ia menghadiri perayaan 30 tahun berdirinya Australian Consortium for ‘In-Country’ Indonesian Studies (ACICIS), sebuah lembaga yang selama tiga dekade berperan besar dalam pertukaran akademik, bahasa, dan budaya, termasuk melalui program unggulan seperti New Colombo Plan.

“ACICIS memiliki peran penting dalam membangun pemahaman lintas budaya dan memperluas kesempatan belajar bagi generasi muda dari kedua negara,” tambahnya.

Wakil Dubes juga berdialog dengan mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII), membahas dinamika hubungan Australia–Indonesia dan pentingnya koneksi antar masyarakat dalam memperkuat kerja sama bilateral.

Sebagai bagian dari agenda sosial, Kamath mengunjungi PR YAKKUM untuk melihat peran organisasi lokal dalam mempromosikan nilai toleransi, inklusi sosial, dan pelayanan kepada kelompok rentan. 

Program ini mendapat dukungan dari INKLUSI, kemitraan Australia–Indonesia menuju masyarakat inklusif.

Kunjungan ini semakin menegaskan peran Yogyakarta sebagai salah satu episentrum kerja sama budaya dan pendidikan Australia di Indonesia, serta menunjukan bahwa penguatan diplomasi antarwarga (people-to-people connection) tetap menjadi fondasi penting hubungan kedua negara.

Penulis : RLS

 Komentar

Berita Terbaru
Metro19 Oktober 2026 19:41
Pemkot Makassar Gandeng UI dan Unhas, Siapkan ASN dan Pelajar Hadapi Tantangan Kota Global
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar membuka peluang kolaborasi dengan Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia (UI) ...
Politik19 Oktober 2026 18:32
IAS Bentuk 11 Korwil Golkar Sulsel, Musda Kabupaten/Kota Ditarget Rampung Akhir 2026
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), mulai mempercepat konsolidasi organisasi dengan mem...
Metro19 Oktober 2026 15:53
Digitalisasi PBG Dongkrak Retribusi Makassar Rp21,38 Miliar, Baru 37 Persen Bangunan Teridentifikasi Berizin
MAKASSAR, Trotoar.id — Digitalisasi perizinan bangunan mulai menunjukkan hasil bagi Pemerintah Kota Makassar. Hingga Oktober 2026, realisasi retribu...
Parlemen19 Oktober 2026 15:46
Marthen Rantetondok Apresiasi Multiyears Pemprov Sulsel, Infrastruktur Buka Akses Ekonomi Toraja dan Luwu
MAKASSAR, Trotoar.id — Pembangunan infrastruktur jalan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat ...