MAKASSAR, Trotoar.id — Pasca rapat koordinasi bulanan, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Makassar, Eric Horas, menanggapi pernyataan Budi Arie Setiadi yang secara terbuka menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan Partai Gerindra.
Eric menegaskan bahwa Partai Gerindra pada prinsipnya merupakan partai yang terbuka bagi siapa pun warga negara Indonesia yang memenuhi syarat keanggotaan.
Namun, menurutnya, ada proses dan mekanisme yang harus dihormati sebelum seseorang dapat diterima secara resmi sebagai kader partai.
“Partai Gerindra terbuka untuk siapa saja, yang terpenting memenuhi syarat umum sebagai warga negara Indonesia dan memahami arah perjuangan Partai Gerindra,” ujar Eric Horas, Kamis (6/11/2025).
Wakil Ketua DPRD Kota Makassar itu menambahkan, perjuangan memenangkan Prabowo Subianto dalam Pilpres bukan satu-satunya ukuran dalam bergabung dengan Partai Gerindra.
“Jangan karena merasa pernah berjuang memenangkan Pak Prabowo, lalu otomatis diterima. Itu sudah kewajiban semua kader. Tapi yang lebih penting adalah memahami dan menjalankan arah perjuangan partai,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kasrudi, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Makassar, juga menegaskan bahwa meskipun Gerindra merupakan partai yang terbuka, tetap ada pertimbangan dan penilaian terhadap siapa pun yang ingin menjadi bagian dari partai.
“Gerindra adalah partai terbuka, tapi tentu tidak semua bisa langsung diterima begitu saja. DPC Gerindra Makassar dalam rapat tahunan kemarin telah memutuskan untuk menolak keras Budi Arie bergabung dengan Partai Gerindra,” ujar Kasrudi.
Sebelumnya, Budi Arie Setiadi, yang juga Ketua Umum Projo sekaligus mantan Menteri Komunikasi dan Informatika, secara terbuka menyatakan niatnya untuk bergabung dengan Partai Gerindra dalam Kongres III Projo yang digelar di Jakarta.




Komentar