MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menerima audiensi dan wawancara dari World Bank di Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (5/11/2025).
Pertemuan ini dihadiri oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Sulsel, Supriadi Arif, yang mewakili Pemerintah Provinsi.
Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut dari surat resmi World Bank tertanggal 2 Oktober 2025 terkait pelaksanaan kajian bertajuk “Demand Side Assessment of Subnational Borrowing in Indonesia” atau Kajian Sisi Permintaan terhadap Pembiayaan Infrastruktur Daerah.
Dalam pertemuan ini, tim World Bank menggali informasi dan pandangan pemerintah daerah serta DPRD Sulsel mengenai kebutuhan dan kesiapan daerah dalam memanfaatkan skema pembiayaan infrastruktur melalui pinjaman subnasional.
Kajian tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif tentang kondisi aktual, tantangan, serta peluang pembiayaan pembangunan daerah di Sulawesi Selatan.
Supriadi Arif menjelaskan bahwa pemerintah provinsi terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama strategis yang dapat mempercepat pembangunan infrastruktur berkelanjutan, termasuk melalui skema pembiayaan yang akuntabel dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
“Kami menyambut baik upaya World Bank melakukan kajian ini. Hasilnya diharapkan dapat membantu daerah memahami mekanisme pembiayaan yang efektif serta memperkuat sinergi lintas lembaga dalam mempercepat pembangunan infrastruktur,” ujar Supriadi.
Hasil audiensi ini diharapkan menjadi dasar dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan internasional, dan lembaga legislatif, guna mendorong peningkatan kapasitas dan akses pembiayaan di tingkat daerah.
Dengan sinergi tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan percepatan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat




Komentar