MAKASSAR, Trotoar.id — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sekprov Sulsel), Jufri Rahman, memberikan ceramah umum bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun 2025 Gelombang II yang terdiri atas 10 angkatan, melalui konferensi virtual menggunakan platform Zoom Meeting, Senin (10/11/2025).
Kegiatan yang berlangsung hingga 12 November 2025 ini diikuti lebih dari 900 peserta, bagian dari rangkaian orientasi pengembangan kompetensi bagi 6.728 PPPK formasi tahun 2021, 2022, 2023, dan 2024 di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Penyelenggara kegiatan adalah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulsel.
Dalam arahannya, Jufri menekankan bahwa pengangkatan sebagai ASN PPPK, termasuk bagi mereka yang sebelumnya berstatus tenaga honorer, merupakan ruang pembuktian profesionalisme dan kinerja nyata.
“Masa orientasi ini adalah kesempatan untuk menanamkan nilai dasar ASN, seperti profesionalitas dan semangat melayani dengan ikhlas,” ujar Jufri Rahman.
Ia mengingatkan bahwa orientasi bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi menjadi fase penting untuk menguatkan identitas PPPK sebagai bagian dari keluarga besar ASN Pemprov Sulsel, serta memahami arah pembangunan daerah sesuai visi “Sulsel yang Maju dan Berkarakter.”
Orientasi PPPK ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pengembangan Kompetensi PPPK, Keputusan Kepala LAN Nomor 289/K.I/PDP.07/2022 tentang Pedoman Orientasi bagi PPPK, serta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara.
Melalui kegiatan tersebut, peserta dibekali berbagai materi, antara lain sistem pemerintahan, etika kedinasan, disiplin ASN, serta penguatan nilai dasar ASN BerAKHLAK — Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.
Menurut Jufri, PPPK dituntut mampu beradaptasi dengan cepat terhadap lingkungan kerja dan tantangan zaman. Orientasi diharapkan menjadi sarana membangun komitmen, integritas, dan loyalitas aparatur terhadap organisasi dan masyarakat.
“Kita ingin PPPK menjadi pelayan publik yang adaptif, mampu menyesuaikan diri, dan memahami perannya dalam mewujudkan pemerintahan yang berkarakter,” tegasnya.
Kegiatan orientasi ini juga mendapat sambutan positif dari para peserta.
Yesrianti, S.Pd dari SMKN 3 Luwu, menyampaikan kesannya, “Ceramahnya sangat bagus, memberikan motivasi baru.”
Sementara itu, Khaerunnisa dari SMAN 2 Barru menambahkan, “Luar biasa, Masyaallah. Jadi tambah semangat.”
Kisah inspiratif juga datang dari Harmita, S.Pd dari SMKN 7 Selayar, yang mengabdi sebagai tenaga honorer sejak 2013 dan akhirnya lulus PPPK pada 2023. Meski bertugas di wilayah dengan keterbatasan fasilitas listrik dan internet, ia tetap bersyukur dapat mengabdi.
“Di usia 37 tahun akhirnya saya terangkat jadi PPPK. Walau ditempatkan jauh, saya tetap bersyukur,” ujarnya haru.
Hal serupa disampaikan Nurhayani, S.Pd dari SMAN 1 Selayar. Ia mengaku hanya bisa pulang dua kali setahun karena jarak yang jauh dari keluarga di Sinjai.
“Kadang anak sakit, saya tidak bisa pulang. Tapi saya ikhlas. Suami sangat mendukung keputusan saya. Saya yakin ini takdir terbaik dari Allah,” tuturnya.
Cerita para peserta menjadi gambaran bahwa orientasi PPPK bukan sekadar pembekalan birokratis, melainkan proses pembentukan karakter dan ketahanan pribadi bagi ASN dalam menjalankan tugas pelayanan publik di seluruh pelosok Sulawesi Selatan.




Komentar