Di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin (Appi), pelayanan kesehatan kini mengedepankan nilai kemanusiaan dan keselamatan pasien di atas kepentingan administratif.
Salah satu kisah yang menyita perhatian publik adalah pengalaman Muhammad Ikram, seorang anak yatim yang tinggal di Panti Asuhan Al-Muhaimin Makassar. Ikram akhirnya mendapatkan penanganan medis di RSUD Daya Makassar setelah sebelumnya ditolak di beberapa fasilitas kesehatan karena tidak memiliki kartu BPJS.
Baca Juga :
Kisah tersebut viral di media sosial dan menuai banyak pujian terhadap perubahan pelayanan di RSUD Daya, yang dinilai lebih sigap, empatik, dan berpihak kepada masyarakat kecil.
Pengasuh Panti Asuhan Al-Muhaimin, Yuni, mengungkapkan rasa haru dan terima kasihnya kepada Pemerintah Kota Makassar dan manajemen RSUD Daya atas pelayanan cepat dan tanpa diskriminasi yang diterima Ikram.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Makassar dan RSUD Daya. Ikram ditangani dengan cepat dan penuh perhatian, tanpa dipersulit administrasi,” ujar Yuni di RSUD Daya, Sabtu (13/12/2025).
Yuni menceritakan, Ikram mulai merasakan nyeri hebat di bagian perut sejak 21 November lalu, namun tidak berani mengeluh.
Kondisinya terus memburuk hingga mengalami komplikasi serius. Dalam kondisi kritis, Ikram sempat dibawa ke sejumlah rumah sakit dan klinik, namun tidak mendapatkan penanganan karena ketiadaan BPJS.
“Di beberapa rumah sakit kami ditolak karena tidak punya BPJS. Padahal kondisinya sudah sangat membutuhkan pertolongan,” ungkap Yuni dengan suara bergetar.
Dalam kondisi putus asa, Yuni akhirnya membawa Ikram ke RSUD Daya Makassar. Setibanya di rumah sakit milik Pemerintah Kota Makassar tersebut, Ikram langsung mendapat pelayanan medis tanpa ditanya soal kelengkapan administrasi.
“Begitu tiba, petugas langsung menyiapkan kursi roda, memeriksa kondisi Ikram, dan langsung menangani. Administrasi belakangan,” katanya.
Pengalaman tersebut kemudian dibagikan Yuni melalui media sosial dan langsung mendapat perhatian luas dari warganet.
Banyak yang memuji pelayanan RSUD Daya Makassar sebagai representasi hadirnya negara di saat warganya paling membutuhkan.
Saat ini, Muhammad Ikram yang tercatat sebagai siswa kelas III SMP PGRI 4 Makassar tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Daya.
Pihak panti asuhan berharap Ikram segera pulih dan dapat kembali melanjutkan pendidikannya.
Tak hanya Ikram, pelayanan cepat dan humanis RSUD Daya juga dirasakan pasien lainnya. Muhammad Syarif, salah satu orang tua pasien, mengaku anaknya langsung ditangani tim medis saat mengalami kecelakaan tanpa harus melalui prosedur administrasi yang berbelit.
“Pelayanannya sangat cepat dan memuaskan. Anak saya langsung ditangani, urusan administrasi menyusul,” ujar Syarif.
Pelayanan prima RSUD Daya Makassar ini menjadi bukti nyata implementasi kebijakan Wali Kota Makassar yang menempatkan keselamatan dan kemanusiaan sebagai prioritas utama dalam layanan kesehatan publik.
RSUD Daya kini dipandang sebagai rumah sakit yang benar-benar hadir untuk semua lapisan masyarakat. (*)




Komentar