BULUKUMBA, Trotoar.id — Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Bulukumba. Andi Reski Anggraini, perempuan inspiratif yang dikenal sebagai pelaku usaha kopi dan penggerak kewirausahaan sosial.
Dia berhasil lolos sebagai peserta Young Southeast Asian Leaders Initiative Professional Fellows Program (YSEALI PFP) dan akan berangkat ke Amerika Serikat untuk mengikuti program pengembangan profesional dan kepemimpinan berskala global.
Baca Juga :
Keberhasilan Andi Reski menembus seleksi ketat program internasional bergengsi ini menjadi cerita inspiratif, khususnya bagi perempuan dan pelaku usaha mikro dari daerah.
Ia membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk berkiprah di panggung dunia.
YSEALI PFP merupakan program pertukaran profesional fully funded yang disponsori oleh U.S. Department of State melalui Bureau of Educational and Cultural Affairs.
Program ini bertujuan menumbuhkan kepemimpinan generasi muda Asia Tenggara sekaligus memperkuat hubungan ASEAN–Amerika Serikat melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan jejaring profesional.
Selama 5 hingga 6 minggu di Amerika Serikat, para peserta akan menjalani professional fellowship di organisasi mitra sektor publik, swasta, maupun organisasi nirlaba sesuai tema pilihan.
Andi Reski mengikuti tema Innovation, Entrepreneurship, and Economic Empowerment, sejalan dengan kiprahnya dalam kewirausahaan sosial berbasis komunitas.
Proses seleksi YSEALI PFP dikenal sangat kompetitif. Ribuan pelamar dari 11 negara Asia Tenggara disaring melalui tahapan ketat, mulai dari seleksi administrasi, penilaian rekam jejak kepemimpinan, hingga kontribusi nyata di komunitas masing-masing.
Peserta terpilih berusia 25–35 tahun dan dinilai memiliki potensi membawa dampak positif di lingkungannya.
Terpilihnya Andi Reski menjadi bukti bahwa pemimpin perempuan dari daerah memiliki kapasitas dan peluang yang sama untuk berkontribusi di tingkat global.
“Bagi saya, lolos YSEALI Professional Fellows Program bukan sekadar prestasi pribadi, tetapi langkah strategis sebagai perempuan, sebagai ibu, dan sebagai penggerak kewirausahaan sosial,” ungkap Andi Reski, Sabtu (3/1/2026).
Ia menambahkan, program ini memberinya ruang untuk terus bertumbuh dan belajar tanpa harus meninggalkan identitas serta tanggung jawab sosial yang selama ini ia jalani.
Pernyataan tersebut menjadi inspirasi bagi banyak perempuan dan pelaku UMKM bahwa peluang global terbuka bagi mereka yang berani bermimpi dan konsisten berkontribusi di komunitasnya.
Selain dikenal sebagai penjual kopi, Andi Reski merupakan pendiri Ondeway Sinergi Indonesia, sebuah social enterprise yang fokus pada pemberdayaan petani kopi, perempuan, dan penyandang disabilitas. Melalui usaha ini,
ia membangun ekosistem bisnis kopi yang adil dan inklusif, sekaligus menjadikan kewirausahaan sebagai alat perubahan sosial.
Keikutsertaannya dalam YSEALI PFP diharapkan mampu memperkuat praktik kewirausahaan sosial yang selama ini dijalankan, memperluas jejaring internasional, serta menghadirkan manfaat nyata bagi komunitas lokal di Bulukumba dan sekitarnya.
Selama program berlangsung, peserta YSEALI PFP akan mengikuti berbagai kegiatan intensif, di antaranya fellowship profesional di organisasi mitra, diskusi dan lokakarya lintas sektor, penyusunan action plan yang akan diimplementasikan setelah kembali ke negara asal, serta partisipasi dalam YSEALI Fellows Forum (YFF) yang mempertemukan seluruh peserta dari berbagai negara.
Capaian Andi Reski Anggraini menunjukkan bahwa perempuan dari daerah mampu menjadi duta perubahan yang membawa nilai, gagasan, dan dampak sosial ke tingkat global.
Dari Bulukumba, ia membuktikan bahwa mimpi besar bisa berawal dari langkah kecil di komunitas lokal, namun bergaung hingga ke panggung dunia. (*)




Komentar