ATR 42-500

Keluarga Farhan Yakin Co-Pilot ATR 42-500 Masih Hidup

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 19 Januari 2026 13:53

Salah satu kepingan Bodi pesawat ATR 42-500 Yang jatuh di sekitar Gunung Bulusaraung Kabupaten Pangkep
Salah satu kepingan Bodi pesawat ATR 42-500 Yang jatuh di sekitar Gunung Bulusaraung Kabupaten Pangkep

PANGKEP, Trotoar.id — Keluarga Farhan Gunawan, co-pilot pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, meyakini bahwa Farhan masih dalam keadaan hidup.

Keyakinan tersebut didasarkan pada data pergerakan yang terpantau melalui smartwatch yang terhubung dengan ponsel milik Farhan.

Ponsel berjenis iPhone tersebut ditemukan oleh tim SAR gabungan saat melakukan pencarian di lokasi kejadian dan kini telah diamankan oleh pihak keluarga.

Dari notifikasi yang muncul di perangkat itu, keluarga melihat adanya aktivitas langkah kaki yang terus bertambah pada hari yang sama.

Berdasarkan data yang terlihat di layar ponsel, pada Minggu, 18 Januari 2026, sekitar pukul 18.00 WITA tercatat kurang lebih 9.000 langkah.

Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 13.647 langkah pada pukul 22.00 WITA di hari yang sama.

Keluarga menilai data tersebut mengindikasikan adanya pergerakan aktif dari Farhan.

Mereka juga menjelaskan bahwa sistem pada smartwatch secara otomatis akan mengatur ulang jumlah langkah setiap kali terjadi pergantian hari.

“Mohon izin menyampaikan, untuk smartwatch itu jika sudah berganti hari, jumlah langkah akan kembali ke nol. Jadi apabila langkahnya terus bertambah di hari yang sama, itu berarti ada pergerakan,” ujar salah satu anggota keluarga.

Kerabat Farhan, Putri Keandedes Hasibuan, membenarkan bahwa ponsel tersebut ditemukan bersama satu unit iPhone lainnya oleh tim SAR. Setelah dilakukan pengecekan, salah satu di antaranya dipastikan merupakan milik Farhan.

“Adik saya yang merupakan pacar Farhan mendapat informasi dari tim SAR bahwa ditemukan dua unit iPhone. Setelah diperiksa, salah satunya adalah milik Farhan,” kata Putri.

Ia menambahkan, kondisi keluarga saat ini masih dalam keadaan syok sehingga belum bersedia memberikan keterangan secara langsung kepada media.

“Adik saya belum mau diwawancarai karena masih sangat shock dan sedang berjuang mencari Farhan,” ujarnya.

Menurut keterangan keluarga, data pergerakan langkah pada smartwatch tercatat sejak pagi hingga malam hari dan terus mengalami peningkatan.

Hal tersebut semakin menguatkan harapan keluarga bahwa Farhan diduga masih bertahan hidup di kawasan hutan Gunung Bulusaraung.

Penulis : Addy

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah05 Juni 2026 21:03
Pemkab Luwu dan PT Masmindo Perkuat Fordes MATAPPA, Luncurkan Program Jaga Desa
LUWU, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area memperkuat Forum Desa (Fordes) MATAPPA sekaligus meluncurkan Program Jaga ...
Metro05 Juni 2026 21:00
Wawali Makassar Buka Simposium Nasional IKARGI XIII dan Konferensi Internasional 2026
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, resmi membuka The 13th National Symposium of the Indonesian Association of De...
Metro05 Juni 2026 20:56
Di Forum RUU Pangan, Wali Kota Makassar Tawarkan Solusi Smart Greenhouse
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menawarkan solusi pertanian modern berbasis smart greenhouse dalam forum kunjungan ker...
Nasional05 Juni 2026 20:37
Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia
JAKARTA,TROTOAR.ID — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bekerja sama dengan Boga Group membuka peluang kerja bagi masyarakat lanjut usia melalui...