MAKASSAR, Trotoar.id — Meski disebut-sebut sebagai salah satu calon terkuat dalam bursa Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memilih bersikap rendah hati dan tidak jumawa menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel.
Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi menegaskan, seluruh kader Golkar wajib mengikuti tahapan dan mekanisme yang telah diatur dalam petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
Menurut Appi, hingga kini pihaknya masih menunggu penetapan resmi jadwal pelaksanaan Musda Golkar Sulsel dari DPP.
Baca Juga :
“Terkait Musda Golkar, kami masih menunggu kapan waktunya ditentukan. Semua tentu mengikuti jadwal yang telah ditetapkan oleh DPP,” ujar Appi, Kamis (5/2/2026).
Appi juga menjelaskan kehadirannya mendampingi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhidin M Said, dalam sejumlah agenda konsolidasi partai beberapa waktu lalu merupakan bentuk tanggung jawab dan soliditas kepartaian.
Ia menyebut, keikutsertaannya dalam kegiatan temu kader di Kabupaten Takalar merupakan agenda resmi partai di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) I Sulawesi Selatan.
“Beberapa hari lalu, saya mendampingi Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel, Pak Muhidin M Said, di Kabupaten Takalar karena itu agenda Dapil I. Saya Ketua Golkar Kota Makassar, jadi tentu saya ikut untuk bertemu kader dan melihat langsung kegiatan tersebut,” jelasnya.
Menanggapi dinamika dan menguatnya potensi kompetisi antar kader menjelang Musda, Appi menilai hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar dalam organisasi politik besar seperti Partai Golkar.
“Kompetisi itu hak semua kader. Pada akhirnya, keputusan tetap berada di tangan DPP,” tegasnya.
Alumni Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin itu juga mengenang proses saat dirinya terpilih sebagai Ketua DPD II Golkar Makassar pada 2021, yang seluruhnya dilalui melalui mekanisme dan persyaratan partai.
“Ketika saya terpilih menjadi Ketua DPD II Golkar Makassar, semua melalui mekanisme, persyaratan, dan tahapan yang jelas. Sekarang kita tinggal menunggu apa saja persyaratan berikutnya,” kenangnya.
Terkait dukungan politik, Appi mengungkapkan bahwa hingga saat ini dirinya telah mengantongi sekitar 20 rekomendasi dari DPD II Partai Golkar kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Dukungan tersebut dinilainya sebagai bagian dari proses yang berjalan sesuai mekanisme partai.
“Kurang lebih sudah ada sekitar 20 rekomendasi dari teman-teman. Masih ada empat lagi dari kabupaten/kota, ditambah organisasi sayap yang didirikan dan mendirikan, serta suara DPD. Semua berjalan sesuai mekanisme,” ungkapnya.
Menguatnya dukungan dari mayoritas DPD II tersebut dinilai sebagai cerminan kepercayaan kader daerah terhadap kapasitas dan rekam jejak Appi dalam memimpin dan membesarkan Partai Golkar di Sulawesi Selatan.
Menanggapi beredarnya foto pertemuannya dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, Appi menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak membahas Musda Golkar Sulsel.
“Saya Ketua Golkar Kota Makassar dan beliau Ketua Umum, jadi sangat lumrah jika kami bertemu dan berfoto bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan, hubungan dirinya dengan Bahlil Lahadalia telah terjalin sejak lama, bahkan sebelum Bahlil menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar.
“Hubungan itu sudah lama terbangun. Saat Pak Bahlil menjabat Ketua Umum HIPMI, saya menjadi salah satu Wakil Ketua Umum di BPP HIPMI. Jadi bukan hubungan yang baru,” katanya.
Menutup pernyataannya, Appi menegaskan bahwa seluruh langkah politik yang diambilnya tetap berada dalam koridor aturan partai dan semangat menjaga soliditas Golkar.
“Ambisi itu penting, karena the man without ambition is nothing. Tetapi ambisi harus dijalankan dengan etika, aturan, dan loyalitas terhadap partai,” pungkasnya. (*)











Komentar