MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, bersama sejumlah anggota Komisi B DPRD Sulsel melaksanakan kunjungan kerja luar daerah ke Provinsi Jawa Timur.
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka sharing dan diskusi terkait tata kelola pengelolaan limbah dan sampah regional.
Kunjungan kerja tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Februari 2026, dengan tujuan utama ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur.
Baca Juga :
Dalam agenda tersebut, rombongan DPRD Sulsel melakukan dialog dan peninjauan langsung terhadap sistem pengelolaan sampah yang telah diterapkan di wilayah tersebut.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya DPRD Sulsel untuk mendorong peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan hidup, khususnya dalam penanganan limbah dan sampah secara terpadu, efektif, dan berkelanjutan di Sulawesi Selatan.
Komisi B DPRD Sulsel menilai Provinsi Jawa Timur memiliki sejumlah praktik baik (best practice) dalam pengelolaan sampah regional yang dapat dijadikan referensi dalam penyusunan kebijakan di daerah, baik dari sisi regulasi, kelembagaan, maupun pemanfaatan teknologi.
Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi, menegaskan bahwa kunjungan kerja ini merupakan bagian dari komitmen DPRD dalam memperkuat fungsi pengawasan dan legislasi, terutama dalam mendukung kebijakan pengelolaan lingkungan yang lebih modern dan berorientasi jangka panjang.
Ia berharap hasil dari kunjungan tersebut dapat menjadi masukan strategis bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi.
“Melalui kunjungan ini, kami ingin memperoleh gambaran langsung terkait sistem pengelolaan limbah dan sampah regional yang telah berjalan dengan baik, sehingga dapat diadopsi dan disesuaikan dengan kondisi di Sulawesi Selatan,” ujar Rachmatika Dewi.
Lebih lanjut, hasil kunjungan kerja tersebut akan dirumuskan dalam bentuk rekomendasi kebijakan DPRD yang diharapkan mampu mendukung peningkatan sistem pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan hidup di Sulawesi Selatan secara berkelanjutan.











Komentar