BANTAENG, Trotoar.id – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas kontribusi nyata dalam membantu pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional.
Apresiasi tersebut disampaikan saat mengikuti secara virtual Launching dan Ground Breaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Peresmian 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri se-Indonesia oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Kegiatan dipusatkan di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
Gubernur Andi Sudirman mengikuti agenda tersebut bersama Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, serta Bupati Bantaeng Muh Fathul Fauzy Nurdin dan jajaran Forkopimda dari Gudang Ketahanan Pangan Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng.
Baca Juga :
Menurut Andi Sudirman, keterlibatan aktif Polri dalam mendukung program ketahanan pangan menunjukkan komitmen lintas sektor dalam mewujudkan stabilitas pangan nasional.
Ia menilai langkah ini menjadi bukti bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab kementerian teknis, tetapi seluruh elemen bangsa.
“Apresiasi kepada Kapolda Sulsel beserta jajaran yang telah bekerja melebihi panggilan tugas dalam membantu melaksanakan arahan Bapak Presiden dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di bidang produksi jagung,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan Polri dalam sektor pertanian, terutama penguatan produksi jagung, sangat strategis bagi Sulawesi Selatan yang dikenal sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional.
Peluncuran serentak 1.179 SPPG dan peresmian 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri tersebut menjadi bagian dari langkah strategis nasional untuk menjaga stabilitas produksi dan distribusi bahan pangan pokok di tengah dinamika global.
Program ini diharapkan mampu memperkuat sistem logistik pangan, memperpendek rantai distribusi, serta memastikan ketersediaan bahan pangan tetap terjaga hingga ke tingkat daerah.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan institusi Polri, Andi Sudirman optimistis ketahanan pangan nasional, khususnya di Sulawesi Selatan, dapat semakin kokoh dan berkelanjutan.



Komentar