DPRD Makassar

DPRD Apresiasi Penataan PKL, Ari Ashari: Baru Kali Ini Ada Wali Kota Bekerja Seperti Ini

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 17 Februari 2026 01:45

DPRD Apresiasi Penataan PKL, Ari Ashari: Baru Kali Ini Ada Wali Kota Bekerja Seperti Ini

MAKASSAR, Trotoar.id — Komitmen Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dalam menata wajah kota terus menuai dukungan dari legislatif.

Langkah tegas namun humanis dalam penertiban lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berdiri di atas saluran drainase dan trotoar mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham.

Politisi dari Partai NasDem itu menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan penataan kota yang dinilai mengembalikan hak-hak masyarakat, khususnya pejalan kaki.

Ari menilai, dalam kurun waktu puluhan tahun pergantian kepemimpinan di Makassar, baru kali ini dirinya melihat progres penataan kota yang konsisten dan terukur.

“Akhirnya Kota Makassar punya wali kota yang benar-benar membuktikan kinerja. Penataan kota lebih maju, lebih tertib, dan mulai terlihat arah pembangunannya,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

Menurutnya, meski masa kepemimpinan Munafri Arifuddin baru berjalan sekitar satu tahun, perubahan sudah mulai tampak, terutama dalam pengembalian fungsi fasilitas umum seperti trotoar dan drainase.

Ia bahkan menyebut siap “pasang badan” mengawal Pemkot dalam proses penataan lapak liar yang selama ini berdiri di atas fasilitas umum.

Ari mengakui bahwa menertibkan PKL bukan perkara mudah, terlebih sejumlah lapak telah berdiri selama puluhan tahun dan diduga ada yang diperjualbelikan oleh oknum tertentu.

Namun, ia mengapresiasi pendekatan persuasif yang dilakukan pemerintah. Proses komunikasi dan sosialisasi dinilai menjadi kunci sehingga penertiban berjalan kondusif tanpa gesekan berarti.

“Pemerintah hadir bukan untuk menekan, tetapi untuk menata dan mencarikan solusi,” jelasnya.

Meski mendukung penuh penertiban, Ari tetap meminta agar Pemkot menyiapkan solusi konkret berupa relokasi atau penataan ulang lokasi berdagang, sehingga para PKL tetap dapat menjalankan usaha tanpa melanggar aturan.

“Penataan harus disertai solusi agar tidak menimbulkan persoalan baru,” tegasnya.

Menurut Ari, kebijakan ini bukan semata soal estetika kota, tetapi juga menghadirkan rasa keadilan. Pedagang memiliki hak untuk mencari nafkah, namun pejalan kaki juga memiliki hak atas keselamatan dan kenyamanan.

Selama ini, kata dia, banyak trotoar di Makassar yang tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya sehingga pejalan kaki terpaksa turun ke badan jalan.

“Semua masyarakat Makassar punya hak yang sama. Jangan sampai hak pejalan kaki terabaikan,” ungkapnya.

Ia berharap penataan tidak hanya menyasar trotoar dan drainase, tetapi juga kawasan pasar di tengah kota agar tampil lebih representatif dan mencerminkan wajah Makassar yang semakin maju.

Dengan dukungan legislatif dan komitmen eksekutif, penataan kota diharapkan berjalan berkelanjutan—menghadirkan keseimbangan antara kepentingan ekonomi, keselamatan warga, serta estetika kota menuju metropolitan yang modern dan tertata. (*)

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Politik20 Oktober 2026 15:07
Golkar Sulsel Tetapkan Musda Golkar Maros 2 November
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin, menetapkan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai G...
Metro20 Oktober 2026 12:54
Aliyah Mustika Ilham Hadiri Bali Tech Week 2026, Makassar Perkuat Peluang Kolaborasi Digital
BALI, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri pembukaan Bali Tech Week (BTW) 2026 yang berlangsung di Bali Beach Con...
Metro20 Oktober 2026 12:17
Appi Perpanjang Kontrak 6.472 PPPK Paruh Waktu, Kinerja Jadi Penentu
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar memperpanjang masa perjanjian kerja 6.472 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Wa...
Politik20 Oktober 2026 12:01
IAS Wanti-wanti Musda Golkar Sulsel: Jangan Paksa Konsensus, Jaga Soliditas Kader
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), mengingatkan pentingnya menjaga demokrasi dan solid...