MAKASSAR, Trotoar.id — Penguatan karakter aparatur negara tidak hanya ditentukan oleh kapasitas teknis, tetapi juga oleh keteguhan nilai kebangsaan.
Penegasan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Donny Ermawan, saat memberikan pembekalan dalam Ramadhan Leadership Camp 2026 Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Asrama Haji Sudiang, Minggu (22/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Donny membawakan materi bertema “Pertahanan Negara dan Wawasan Kebangsaan” yang menekankan pentingnya bela negara, nasionalisme, serta persatuan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai fondasi utama penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
Ia mengapresiasi komitmen Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, beserta jajaran Pemprov Sulsel yang menginisiasi retreat kepemimpinan selama sepekan penuh bagi ASN—sebuah praktik yang dinilainya belum banyak dilakukan kepala daerah lain di Indonesia.
“Saya mengapresiasi Gubernur Sulawesi Selatan atas terlaksananya Ramadhan Leadership Camp ini.
Tidak semua kepala daerah menyelenggarakan retreat seperti ini. Kegiatan ini penting untuk mengisi ulang semangat, nasionalisme, dan komitmen ASN dalam bekerja,” ujar Donny.
Menurut Donny, ASN memegang peran strategis bukan hanya sebagai pelaksana kebijakan publik, tetapi juga sebagai perekat persatuan bangsa.
Karena itu, penguatan wawasan kebangsaan dinilai krusial agar profesionalisme dan netralitas ASN tetap terjaga di tengah dinamika politik.
“Modal kekuatan bangsa ini adalah persatuan. Dulu kita bisa mengusir penjajah karena bersatu. Jangan sampai sekarang kontestasi politik justru memecah belah kita,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa Bela Negara merupakan tekad, sikap, dan tindakan warga negara untuk menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, serta keselamatan bangsa yang dilandasi kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Konsep Bela Negara tersebut mencakup lima unsur utama, yakni cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, setia pada Pancasila, rela berkorban, serta kemampuan awal bela negara.
Sulsel Masuk Kategori Tinggi Indeks Bela Negara
Dalam pemaparannya, Donny juga mengungkapkan data Indeks Bela Negara (IBN) Tahun 2025. Provinsi Sulawesi Selatan mencatat skor 3,632 dan masuk kategori “Tinggi” pada skala 1–5.
Capaian ini menunjukkan stabilitas wilayah Sulsel relatif terjaga dengan fondasi nilai bela negara yang telah terinternalisasi dalam kehidupan masyarakat.
Pada komponen Indeks Bela Negara internal (IBNu), Sulawesi Selatan memperoleh skor 3,530, yang mencerminkan persepsi masyarakat—termasuk ASN, tokoh masyarakat, dan generasi muda—terhadap nilai bela negara berada pada kategori tinggi.
Sementara itu, pada komponen Indeks Bela Negara eksternal (IBNn), Sulawesi Selatan mencatat skor 3,871, lebih tinggi dibanding komponen internal.
Skor ini menunjukkan bahwa lingkungan sosial, tata kelola pemerintahan, pembangunan manusia, serta ruang partisipasi publik di Sulsel dinilai sangat mendukung penguatan bela negara.
Meski demikian, Donny menilai masih terdapat ruang peningkatan, khususnya pada generasi muda. Ia mendorong internalisasi nilai-nilai kearifan lokal Sulawesi Selatan seperti Siri’ Na Pacce sebagai bagian dari penguatan kehormatan, solidaritas, dan tanggung jawab kebangsaan.
“Dengan melihat indeks yang ada, ASN bisa fokus pada bagian mana yang perlu ditingkatkan. Nilai-nilai lokal seperti Siri’ Na Pacce memiliki kekuatan besar untuk memperkuat kesadaran bela negara,” ujarnya.
Antusiasme Peserta Tinggi
Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi pembekalan.
Donny bahkan memberikan hadiah langsung kepada peserta yang mampu menjelaskan lima unsur utama bela negara secara tepat, sebagai bentuk apresiasi dan motivasi.
“Saya lihat mereka sangat antusias. Dari pertanyaan dan jawaban mereka, terlihat bahwa materi disimak dengan baik,” tuturnya.
Ramadhan Leadership Camp 2026 diharapkan menjadi momentum penguatan karakter ASN Pemprov Sulsel, tidak hanya dalam aspek kepemimpinan dan kinerja birokrasi, tetapi juga dalam meneguhkan peran ASN sebagai penjaga persatuan dan penggerak pembangunan bangsa.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Selatan. (*)




Komentar