SIDRAP, Trotoar.id — Dunia pendidikan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali mencatat prestasi di tingkat nasional. Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 30 Sidrap meraih penghargaan pada ajang “ASEAN–Indonesia The Most Innovative Excellent Award 2026.”
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala SRMP 30 Sidrap, Budiman, S.Pd., M.Pd., dalam prosesi penganugerahan yang digelar di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Five Pilar Event Management dan 5 Pilar Media Communication bekerja sama dengan National Awarding Research Center.
Ajang tersebut memberikan apresiasi kepada pendidik dan profesional yang dinilai memiliki dedikasi tinggi serta menghadirkan inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat.
Berdasarkan proses penilaian yang ketat, SRMP 30 Sidenreng Rappang di bawah kepemimpinan Budiman ditetapkan sebagai penerima penghargaan pada kategori “The Most Recommended School With The Best Literacy and Numeracy Program.”
Penghargaan ini diraih berkat inovasi unggulan Lentera Rakyat, akronim dari Gerakan Literasi Numerasi Terpadu Anak Rakyat. Program tersebut dinilai memiliki dampak kuat dalam peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa sekaligus penguatan karakter.
Tim penilai menilai program tersebut memiliki indikator penilaian yang kuat, mulai dari aspek kinerja lembaga, capaian prestasi, hingga integritas dalam mendukung pembangunan karakter generasi muda.
Dalam ajang tersebut, SRMP 30 Sidrap bersanding dengan sekitar 20 penerima penghargaan lainnya dari berbagai daerah di Indonesia.
Di antaranya SMAN 2 Denpasar, STKIP Diniyah Al Azhar Kota Jambi, SDN Karang Wedi Klaten, serta Universitas Dehasen Bengkulu.
Selain lembaga pendidikan, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah institusi non-pendidikan seperti PT Bank Pembangunan Daerah Jambi, PAM Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan, dan Baznas Provinsi Banten.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa inovasi pendidikan di Kabupaten Sidrap mampu bersaing di tingkat nasional. Capaian SRMP 30 Sidrap diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya dalam mengembangkan program literasi dan numerasi yang berkelanjutan.




Komentar