GOWA, Trotoar.id — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, membuka kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi Nasional dalam upaya menekan angka zero dose.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh TP PKK di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Rabu (1/4/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan PKK Pusat, Safriati Safrizal, Ketua TP PKK Sulsel Naoemi Octarina, serta Bupati Gowa ST Husniah Talenrang, bersama para camat dan pengurus PKK dari berbagai wilayah.
Baca Juga :
Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sudirman menegaskan bahwa peran pemerintah di tingkat kecamatan hingga desa sangat krusial dalam mengedukasi masyarakat terkait pentingnya imunisasi.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam peningkatan cakupan imunisasi saat ini bukan terletak pada akses layanan, melainkan pada pemahaman masyarakat yang masih rendah, khususnya kekhawatiran orang tua terhadap imunisasi.
Ia menekankan pentingnya kerja kolaboratif lintas sektor, mulai dari camat, pengurus PKK, hingga kader di tingkat akar rumput, untuk menyampaikan edukasi secara langsung kepada masyarakat.
“Pendekatan yang lebih intensif diperlukan, terutama di wilayah Somba Opu, guna memastikan pemahaman masyarakat semakin baik,” ujarnya.
Gubernur juga menegaskan bahwa edukasi yang tepat dan berkelanjutan menjadi kunci utama dalam menekan angka anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar atau zero dose.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa setiap suntikan imunisasi merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
Menurutnya, upaya ini menjadi bagian penting dalam menyongsong generasi emas Indonesia di masa mendatang.
Kegiatan advokasi ini juga diharapkan mampu memperkuat komitmen seluruh pihak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi sebagai langkah preventif terhadap berbagai penyakit.
Melalui sinergi antara pemerintah, PKK, dan masyarakat, cakupan imunisasi di Sulawesi Selatan diharapkan terus meningkat secara signifikan.
Dengan demikian, angka zero dose dapat ditekan, sekaligus memperkuat sistem kesehatan masyarakat secara menyeluruh di tingkat daerah.



Komentar