Trotoar.id — Anggota DPR RI, dari fraksi Partai Gerindra Kamrussamad menghadiri Tausiyah Kebangsaan yang digelar pemerintah Kota Bogor dan seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara unsur ulama, umaro, dan masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan penuh toleransi di Bogor.
Menurut Kamrussamad, tausyiah kebangsaan tidak sekadar menjadi forum pertemuan biasa, tetapi juga wadah mempererat nilai-nilai persatuan di tengah keberagaman.
Baca Juga :
Ia menilai, kolaborasi antara tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat merupakan pondasi utama dalam menciptakan stabilitas sosial yang kondusif.
Dalam kesempatan tersebut, Kamrussamad juga mengajak masyarakat untuk lebih memahami dan menghargai sejarah panjang Kota Bogor sebagai bagian dari identitas bersama.
Ia menjelaskan bahwa Bogor bukan hanya dikenal sebagai Kota Hujan, tetapi juga memiliki nilai historis yang kuat sejak masa kerajaan di Nusantara.
Sejarah mencatat, wilayah Bogor telah menjadi pusat perhatian sejak era Kerajaan Tarumanegara yang berkembang pada masa lampau.
Memasuki abad ke-15, kawasan ini menjadi pusat Kerajaan Pajajaran dengan nama Pakuan Pajajaran.
Kerajaan tersebut dipimpin oleh Prabu Siliwangi yang dikenal sebagai sosok pemimpin besar dalam sejarah tanah Sunda.
Nama “Bogor” sendiri mulai tercatat dalam sejarah pada tahun 1752, yang kemudian mengalami perubahan pada masa kolonial Belanda.
Pada era penjajahan, Bogor dikenal dengan nama Buitenzorg yang memiliki arti “tanpa kecemasan”.
Melalui pemahaman sejarah tersebut, Kamrussamad mengajak masyarakat untuk terus menjaga warisan leluhur dengan memperkuat persatuan dan kerukunan.
Ia menegaskan bahwa nilai-nilai kebangsaan harus terus dirawat agar kehidupan sosial tetap harmonis dan saling menghargai di tengah keberagaman.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga warisan ini dengan tetap rukun, saling menghormati, dan memperkuat persaudaraan,” tutupnya.



Komentar