PINRANG, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan keluarga dan pembangunan berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas perempuan, pengelolaan lingkungan, serta percepatan penanganan stunting.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, saat menghadiri kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Keterampilan bagi Perempuan yang digelar di Aula Rumah Jabatan Bupati Pinrang, Jumat, 10 April 2026.
Dalam sambutannya, Fatmawati menekankan pentingnya pendekatan terpadu dalam menjawab berbagai isu strategis daerah, mulai dari pemberdayaan ekonomi keluarga hingga persoalan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Baca Juga :
Menurutnya, perempuan memiliki peran sentral dalam membangun ketahanan keluarga, sehingga perlu didukung dengan peningkatan kapasitas, keterampilan, dan akses terhadap peluang ekonomi.
“Perempuan adalah tiang keluarga. Karena itu harus memiliki kapasitas dan keterampilan agar bisa mandiri dan berkontribusi pada ekonomi rumah tangga,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah terus mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, serta fasilitasi legalitas usaha dan akses pasar.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha perempuan sekaligus memperluas kontribusi mereka terhadap perekonomian daerah.
Selain pemberdayaan ekonomi, isu pengelolaan sampah juga menjadi perhatian serius pemerintah seiring tingginya volume sampah di wilayah Sulawesi Selatan.
Fatmawati mengungkapkan, produksi sampah di Sulsel mencapai sekitar 908,85 ribu ton per tahun, sementara di Kabupaten Pinrang mencapai sekitar 76,125 ton per hari yang didominasi sampah rumah tangga.
Menurutnya, sampah tidak semata menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi jika dikelola dengan baik dan berkelanjutan.
“Sampah ini bukan sekadar masalah, tapi bisa bernilai ekonomi jika kita kelola dengan baik. Kuncinya ada pada kesadaran untuk memilah sejak dari sumbernya,” jelasnya.
Ia mendorong penguatan program bank sampah, pengolahan kompos, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R).
Di sektor kesehatan, Fatmawati juga menyoroti persoalan stunting yang masih menjadi tantangan di Sulawesi Selatan.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Sulsel tercatat sebesar 23,3 persen, sementara di Kabupaten Pinrang sebesar 22,2 persen.
Ia menegaskan, penanganan stunting memerlukan intervensi berkelanjutan berbasis keluarga melalui edukasi gizi, peningkatan layanan kesehatan, serta dukungan terhadap program pemenuhan gizi masyarakat.
Sementara itu, Bupati Pinrang, Irwan Hamid, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Gubernur yang dinilai memberikan motivasi bagi masyarakat, khususnya perempuan.
“Kegiatan ini sangat baik karena tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga dibarengi dengan bantuan. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan ilmu dan bantuan ini agar benar-benar berdampak,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam meningkatkan kapasitas perempuan, memperbaiki kualitas lingkungan, serta menurunkan angka stunting secara berkelanjutan.



Komentar