MAKASSAR, Trotoar.id – Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, memaparkan strategi dan program unggulan penanggulangan kemiskinan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2026, Senin (20/4/2026).
Kegiatan yang mengusung agenda penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2027 itu berlangsung di Kantor Bappelitbangda Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar.
Musrenbang dipimpin Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, mewakili Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Sulsel, serta dihadiri para wakil bupati dan wakil wali kota se-Sulsel bersama jajaran perangkat daerah terkait.
Baca Juga :
Dalam paparannya, Nurkanaah menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Sidrap berhasil ditekan hingga 4,91 persen.
Capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif serta konsistensi pelaksanaan program pro-rakyat di bawah kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif.
Menurutnya, sejumlah faktor kunci turut mendorong penurunan tersebut, di antaranya peningkatan hasil sektor pertanian, pertumbuhan ekonomi daerah yang positif, serta program perlindungan sosial yang tepat sasaran.
Nurkanaah juga memaparkan berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dinilai efektif, salah satunya bantuan budidaya itik bagi warga di kawasan pesisir danau.
Program tersebut memanfaatkan potensi lokal seperti eceng gondok dan ikan sapu-sapu yang diolah menjadi pakan ternak.
“Program ini tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, program tersebut turut memberikan dampak sosial signifikan, khususnya dalam pemberdayaan perempuan dan ibu rumah tangga.
“Ketika para suami melaut atau menangkap ikan, para istri tetap memiliki aktivitas produktif melalui budidaya itik,” jelasnya.
Selain itu, Nurkanaah memperkenalkan program “Bermalam di Desa” sebagai salah satu inovasi dalam mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.
Program ini dinilai efektif untuk menyerap aspirasi secara langsung sekaligus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya akses jalan di wilayah pedesaan.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional dan kalangan pengusaha dalam memberikan dukungan modal usaha bagi masyarakat kurang mampu.
Nurkanaah menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sidrap untuk terus bersinergi dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota lainnya dalam menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan.
“Melalui forum ini, kita berharap lahir kebijakan yang lebih terarah dan terintegrasi, sehingga penanggulangan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut, ia mengikuti seluruh rangkaian agenda, mulai dari pemaparan kebijakan, diskusi sektoral, hingga penyusunan rencana aksi tahunan yang terintegrasi antardaerah. (*)




Komentar