MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melontarkan peringatan keras kepada jajaran Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Makassar agar tidak terjebak dalam rutinitas seremonial tanpa dampak nyata bagi masyarakat.
Pesan tegas itu disampaikan saat membuka Rapat Kerja KORMI Makassar 2026 di Hotel Aryaduta, Sabtu (25/04/2026), yang turut dihadiri Ketua TP PKK Makassar, Melinda Aksa.
Dalam arahannya, Munafri yang akrab disapa Appi secara gamblang mengingatkan bahwa forum rapat kerja bukan sekadar agenda tahunan formalitas, melainkan momentum evaluasi sekaligus penentu arah program yang benar-benar menyentuh kebutuhan warga.
Baca Juga :
“Jangan sampai rapat kerja ini hanya jadi seremoni. Harus ada program nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Appi menilai, posisi KORMI sangat strategis sebagai penggerak olahraga masyarakat.
Namun, peran besar itu dinilai belum akan maksimal tanpa kerja terstruktur, konsisten, dan berbasis kebutuhan riil di lapangan.
Ia bahkan mendorong agar KORMI tidak pasif, melainkan agresif menghadirkan kegiatan rutin minimal sebulan sekali, dengan cakupan seluruh 15 kecamatan di Kota Makassar.
“Minimal satu bulan sekali harus ada kegiatan. Bahkan kalau bisa, dua kecamatan digabung dalam satu event,” ujarnya.
Dorongan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa Pemerintah Kota Makassar menginginkan output konkret, bukan sekadar laporan kegiatan di atas kertas.
Lebih jauh, Appi juga menyinggung soal soliditas internal organisasi. Ia mengingatkan, dukungan pemerintah tidak akan maksimal jika KORMI justru disibukkan dengan persoalan internal.
“Kalau organisasinya rapi dan berjalan baik, tentu kami juga akan maksimal memberikan dukungan,” katanya.
Pernyataan ini mempertegas bahwa kinerja dan kekompakan internal menjadi syarat mutlak jika KORMI ingin mendapatkan kepercayaan penuh dari pemerintah.
Di sisi lain, Ketua KORMI Makassar, Andi Ryan Adrianto, mencoba menjawab tekanan tersebut dengan memaparkan sejumlah target ambisius hingga 2027.
Ryan menyebut, KORMI telah menyiapkan agenda besar berupa pelaksanaan event olahraga masyarakat di seluruh kecamatan, serta peningkatan intensitas kegiatan yang selama ini rata-rata sudah berjalan dua kali dalam sebulan.
“Ke depan, kami akan jauh lebih produktif dan gaungnya lebih besar lagi,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada partisipasi massal, KORMI Makassar juga membidik prestasi nasional melalui ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional 2027.
Menurut Ryan, pihaknya akan mempersiapkan para pegiat olahraga terbaik dari 23 Induk Organisasi Olahraga (Inorga) untuk bersaing dan membawa nama Makassar di level nasional.
“Target kami jelas, tidak hanya ramai kegiatan, tapi juga berprestasi di FORNAS 2027,” tegasnya.
Namun di tengah target ambisius tersebut, tantangan utama tetap pada eksekusi di lapangan apakah KORMI mampu keluar dari bayang-bayang seremoni dan benar-benar menjelma menjadi motor penggerak budaya hidup sehat di masyarakat.
Raker 2026 ini pun menjadi titik uji: antara sekadar rutinitas tahunan, atau momentum pembuktian bahwa KORMI siap “gaspol” dengan program nyata dan terukur.




Komentar