MAKASSAR, Trotoar.id — Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) se-Sulawesi Selatan resmi dibuka secara virtual oleh Ketua Umum PPP, Mardiono.
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjaga soliditas kader di tengah dinamika internal partai.
“Dengan ini saya secara resmi membuka Muscab PPP se-Sulsel, serta mengajak seluruh kader menjaga solidaritas,” ujar Mardiono.
Baca Juga :
Di tengah pelaksanaan Muscab, muncul dinamika tersendiri. Ketua DPW PPP Sulsel, Ilham Ari Fauzi Amir, mengungkapkan bahwa tidak seluruh daerah menggelar Muscab secara normal.
Dari total 24 kabupaten/kota di Sulsel, hanya 20 daerah yang menggelar Muscab.
Sementara empat daerah lainnya akan menggunakan mekanisme khusus atau by pass dalam pembentukan kepengurusan.
“Empat daerah di Sulsel tidak menggelar Muscab secara umum. Struktur kepengurusannya nantinya akan dibentuk melalui jalur khusus,” jelas Ilham.
Ia menambahkan, penentuan posisi Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) di tingkat DPC tidak diputuskan secara langsung dalam forum Muscab, melainkan melalui tim formatur.
Tim ini terdiri dari unsur DPP, DPW, serta perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) di masing-masing daerah.
“Penentuan KSB akan diproses oleh tim formatur yang terdiri dari utusan DPP, DPW, dan perwakilan PAC,” ujarnya.
Lebih jauh, Ilham mengingatkan bahwa PPP ke depan akan menghadapi tantangan besar untuk kembali lolos sebagai peserta Pemilu.
Menurutnya, terdapat dua tahapan krusial yang harus dilalui partai.
“PPP akan menghadapi dua ujian penting, yakni verifikasi administrasi terkait keanggotaan dan kepengurusan di semua tingkatan, serta verifikasi faktual,” tegasnya.
Dengan dinamika Muscab yang tidak sepenuhnya seragam di seluruh daerah, konsolidasi internal PPP Sulsel dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas partai sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tahapan Pemilu mendatang.




Komentar