MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan menerima piagam penghargaan dari Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, atas dedikasi dan kinerja dalam penanggulangan bencana.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam momentum peringatan 22 tahun Taruna Siaga Bencana (Tagana) yang mengusung tema “22 Tahun Mengabdi: Satu Sinergi untuk Ketangguhan Negeri”, di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial, Jakarta.
Pengakuan ini menjadi bukti atas konsistensi dan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam menjalankan berbagai upaya penanggulangan bencana, mulai dari tahap pra-bencana, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana.
Baca Juga :
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam upaya kemanusiaan tersebut.
Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras bersama antara pemerintah, relawan, serta masyarakat yang selama ini terlibat langsung dalam penanganan bencana di berbagai wilayah Sulsel.
“Alhamdulillah, penghargaan ini adalah buah dari kolaborasi semua pihak, mulai dari jajaran pemerintah, relawan, hingga masyarakat yang bahu-membahu dalam setiap proses penanggulangan bencana,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan semata capaian pemerintah, melainkan hasil sinergi lintas sektor yang terus diperkuat untuk menghadirkan sistem penanganan bencana yang lebih responsif.
Lebih lanjut, Andi Sudirman menyebut bahwa penanggulangan bencana membutuhkan pendekatan terpadu, mulai dari mitigasi risiko, kesiapsiagaan, hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri. Kita terus membangun sistem yang responsif agar masyarakat lebih terlindungi dari berbagai potensi bencana,” jelasnya.
Ia juga menilai bahwa penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan, mengingat Sulawesi Selatan merupakan wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana.
Pemerintah Provinsi Sulsel, lanjutnya, akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan unsur Forkopimda, relawan, serta komunitas kebencanaan di daerah.
Selain itu, penguatan peran masyarakat dalam mitigasi bencana juga menjadi fokus, melalui edukasi dan peningkatan kesadaran terhadap risiko bencana sejak dini.
Andi Sudirman menegaskan bahwa capaian ini bukanlah akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam situasi darurat.
“Ini bukan akhir, tetapi menjadi pemacu semangat bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi dalam melayani masyarakat,” tutupnya.




Komentar