Pemkot Makassar

Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, Munafri Tekankan Mitigasi dan Kolaborasi Hadapi Ancaman Bencana

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Rabu, 29 April 2026 20:58

Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, Munafri Tekankan Mitigasi dan Kolaborasi Hadapi Ancaman Bencana

MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana melalui langkah-langkah strategis yang berfokus pada mitigasi dan kolaborasi lintas sektor.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Makassar di kawasan Jalan Kerung-Kerung (eks THR), Rabu (29/4/2026).

Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar respons saat bencana terjadi, melainkan upaya sistematis yang harus dilakukan sejak dini melalui berbagai bentuk mitigasi.

“Ini adalah tanggung jawab bersama. Kesiapsiagaan bukan menunggu bencana datang, tetapi bagaimana kita mempersiapkan diri sebelum bencana itu terjadi,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai kota yang terus berkembang, Makassar memiliki sejumlah potensi bencana yang perlu diantisipasi, mulai dari banjir saat musim hujan, kebakaran di musim kemarau, angin kencang, hingga gelombang pasang di wilayah pesisir.

Munafri menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap mitigasi bencana, yang harus ditanamkan sejak dini kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak.

“Kita tidak pernah tahu kapan bencana datang. Karena itu, pengetahuan mitigasi harus dimiliki semua orang agar keselamatan jiwa menjadi prioritas utama,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam penanggulangan bencana, karena tidak ada pihak yang dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan sinergi yang kuat.

Menurutnya, keterlibatan pemerintah, TNI-Polri, dunia pendidikan, hingga komunitas masyarakat menjadi kekuatan besar dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri turut mengapresiasi peran BPBD Kota Makassar bersama seluruh pemangku kepentingan yang selama ini aktif melakukan edukasi serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Ia juga menyoroti pentingnya nilai kearifan lokal seperti Siri’ na Pacce sebagai fondasi dalam membangun solidaritas sosial saat menghadapi bencana.

“Siri’ mengajarkan kehormatan untuk melindungi sesama, sementara Pacce mengajarkan bahwa penderitaan satu orang adalah tanggung jawab bersama,” jelasnya.

Lebih lanjut, Munafri mendorong penguatan program edukasi kebencanaan sejak dini melalui inisiatif Sahabat Anak Afirmasi Aman Bencana (SALAMA), yang ditujukan untuk membentuk generasi tangguh bencana.

Ia menginstruksikan kepada seluruh organisasi perangkat daerah, termasuk Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, untuk bersinergi dalam mengimplementasikan program tersebut di sekolah dan lingkungan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana harus menjadi budaya, bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.

“Peringatan ini harus menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan adalah kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, memperkuat solidaritas, serta berperan aktif dalam setiap upaya mitigasi demi keselamatan bersama.

Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, menekankan bahwa edukasi kebencanaan harus dimulai sejak usia dini melalui pendekatan yang berkelanjutan dan interaktif.

Menurutnya, BPBD telah melakukan berbagai metode edukasi, mulai dari simulasi, permainan, hingga pelatihan langsung agar masyarakat, khususnya anak-anak, tidak panik saat menghadapi bencana.

Ia menjelaskan, dalam situasi bencana, peran masyarakat sangat krusial karena sebagian besar korban justru diselamatkan oleh diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Oleh karena itu, BPBD Makassar terus mendorong pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana sebagai upaya memperkuat kapasitas masyarakat di tingkat lokal.

“Masyarakat tidak boleh hanya menjadi objek, tetapi harus menjadi subjek dalam penanggulangan bencana,” tegasnya.

Penulis : Anti

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah13 Juni 2026 20:07
Bupati Barru Ajak Semua Pihak Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
BARRU, TROTOAR.ID — Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, mengajak seluruh jajaran pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk mendukung penuh pel...
Metro13 Juni 2026 19:06
TP PKK Sulsel Fasilitasi Ratusan Perempuan Vaksinasi HPV Gratis
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Kesehatan menggelar Se...
Metro13 Juni 2026 18:59
Wali Kota Makassar Buka Turnamen Padel IKAPTK, Tekankan Sportivitas dan Kebersamaan
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, secara resmi membuka Turnamen Padel Ikatan Keluarga Besar Alumni Pendidikan Tinggi Kep...
Metro13 Juni 2026 18:54
Akademisi Apresiasi Program “Pete-pete Laut”, Dinilai Perkuat Akses dan Pemerataan di Kepulauan Makassar
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Program transportasi laut gratis “Pete-pete Laut” yang diinisiasi Pemerintah Kota Makassar mendapat apresiasi dari kalang...