
Barru, Trotoar.id – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menerima audiensi Branch Manager PT Angkasa Pura Supports (APS) Cabang Makassar, Wukirjo, bersama jajaran manajemen di Rumah Jabatan Bupati Barru, Rabu (14/5/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum strategis dalam membahas peluang kolaborasi lintas sektor, mulai dari ketenagakerjaan, pengembangan sumber daya manusia (SDM), pemberdayaan UMKM, hingga promosi pariwisata berbasis konektivitas transportasi.
Dalam pemaparannya, Wukirjo menjelaskan bahwa APS saat ini bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Makassar dalam pengelolaan tenaga kerja di sejumlah stasiun kereta api di Sulawesi Selatan.

Dari total 14 stasiun yang dikelola, enam di antaranya berada di wilayah Kabupaten Barru. Melalui kerja sama tersebut, APS telah menyerap sekitar 174 tenaga kerja lokal.
“Tenaga kerja ini mengisi berbagai posisi, mulai dari petugas ticketing, customer service, security, teknisi hingga tenaga medis. Ini menunjukkan potensi besar sektor transportasi dalam membuka lapangan kerja,” jelas Wukirjo.
Ia menambahkan, keterlibatan tenaga kerja lokal menjadi prioritas sebagai bagian dari kontribusi perusahaan terhadap pembangunan daerah.
Lebih jauh, APS juga menawarkan konsep pengembangan ekonomi berbasis simpul transportasi (transport hub economy), di mana stasiun kereta api dan bandara menjadi pusat aktivitas ekonomi baru.
“Kami melihat stasiun bukan hanya tempat naik turun penumpang, tetapi juga ruang ekonomi yang bisa menggerakkan UMKM dan sektor jasa,” ujarnya.
Menurutnya, integrasi antara transportasi darat dan udara, khususnya melalui Bandara Sultan Hasanuddin, dapat membuka akses lebih luas bagi wisatawan dan investor menuju Barru.

APS juga mengusulkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mempromosikan potensi wisata Barru melalui media strategis seperti stasiun kereta api dan area bandara.
“Kami siap membantu menghubungkan pemerintah daerah dengan para pemangku kebijakan di sektor transportasi, agar potensi wisata Barru semakin dikenal luas,” kata Wukirjo.
Promosi tersebut dapat mencakup destinasi wisata alam, kuliner khas, hingga produk kerajinan lokal yang menjadi identitas daerah.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Andi Ina menyampaikan apresiasi atas kontribusi APS dalam membuka peluang kerja bagi masyarakat Barru.
“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan APS yang telah memberikan ruang bagi tenaga kerja lokal untuk berkembang,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penguatan SDM menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam menghadapi perkembangan sektor transportasi dan pariwisata.
Bupati Andi Ina juga menyambut baik rencana pelibatan UMKM lokal di kawasan stasiun kereta api. Menurutnya, hal ini akan memberikan dampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
“Ke depan, kami ingin ada ruang bagi UMKM di stasiun. Penumpang bisa menikmati kuliner khas Barru atau membeli produk lokal,” katanya.
Ia menilai, keberadaan UMKM di area transportasi akan menciptakan ekosistem ekonomi baru yang inklusif.
“Ini bukan hanya soal jualan, tapi bagaimana kita menghadirkan identitas daerah di ruang publik,” tambahnya.
Bupati juga menyoroti bahwa kawasan stasiun di Barru saat ini masih belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai pusat aktivitas ekonomi.
“Kita punya infrastruktur, tapi belum optimal. Ini peluang besar yang harus kita dorong bersama,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi dengan APS dapat mempercepat pemanfaatan fasilitas tersebut secara produktif dan berkelanjutan.
Audiensi ini mencerminkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta dalam mendorong pembangunan berbasis potensi lokal.
Dengan memanfaatkan konektivitas transportasi, Kabupaten Barru diharapkan mampu meningkatkan daya saing daerah, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat sektor pariwisata dan UMKM.
“Kolaborasi seperti ini adalah kunci. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Dengan sinergi, kita bisa mempercepat pembangunan Barru yang lebih maju dan sejahtera,” pungkas Andi Ina.


Komentar