Kamrussamad

Kamrussamad: Pernyataan Prabowo Soal Dolar Tegaskan Kekuatan Ekonomi Desa

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 18 Mei 2026 16:48

Kamrussamad: Pernyataan Prabowo Soal Dolar Tegaskan Kekuatan Ekonomi Desa

JAKARTA, Trotoar.id — Politikus Partai Gerindra, Kamrussamad, menilai pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto terkait penggunaan dolar AS oleh masyarakat desa sebagai pesan yang tepat di tengah penguatan mata uang global tersebut.

Menurut Kamrussamad, pernyataan Prabowo yang menyebut “rakyat desa tidak memakai dolar” mencerminkan keyakinan bahwa gejolak nilai tukar tidak berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat akar rumput.

“Presiden ingin menegaskan bahwa penguatan dolar AS tidak akan berdampak signifikan terhadap perekonomian rakyat Indonesia karena fundamental ekonomi kita kuat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir nilai tukar rupiah memang mengalami pelemahan dari sekitar Rp13.300 per dolar AS pada 2016 menjadi sekitar Rp17.500 pada 2026.

Namun, pelemahan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dengan rata-rata sekitar 2,3 persen per tahun.

Kamrussamad juga membandingkan kondisi Indonesia dengan negara lain seperti Argentina dan Iran yang mengalami pelemahan mata uang jauh lebih tajam.

Peso Argentina tercatat melemah hingga hampir 99 persen, sementara rial Iran juga mengalami penurunan drastis lebih dari 97 persen.

Meski demikian, kedua negara tersebut tetap bertahan karena memiliki kemandirian di sektor pangan dan energi.

Menurutnya, hal tersebut menjadi pelajaran penting bahwa kekuatan ekonomi tidak semata ditentukan oleh nilai tukar mata uang.

Kamrussamad memaparkan sejumlah strategi pemerintahan Prabowo dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, salah satunya melalui penguatan neraca dagang.

Ia menyebut, Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan selama 71 bulan berturut-turut, dengan capaian sekitar USD 41 miliar atau setara Rp700 triliun pada 2025.

Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan daya saing ekspor melalui berbagai perjanjian dagang internasional dengan sejumlah kawasan, termasuk Uni Eropa dan negara-negara lainnya.

“Dengan ekspor yang kompetitif, permintaan terhadap rupiah akan meningkat karena transaksi perdagangan dilakukan menggunakan mata uang domestik,” jelasnya.

Di sektor riil, pemerintah disebut telah mempercepat program swasembada pangan dan energi.

Indonesia diklaim telah mencapai swasembada untuk sejumlah komoditas seperti beras, jagung, gula konsumsi, cabai, hingga produk peternakan.

Sementara di sektor energi, pemerintah mendorong kemandirian melalui program biodiesel, pengembangan energi terbarukan, serta peningkatan kapasitas kilang dan eksplorasi sumber daya baru.

Kamrussamad menegaskan, kombinasi antara kekuatan sektor riil dan stabilitas sektor keuangan menjadi kunci dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah tekanan global.

Penulis : Upiq

 Komentar

Berita Terbaru
Politik15 Agustus 2026 23:08
IAS Batasi Usia Pengurus Perempuan Golkar Sulsel, 80 Kader Muda Disiapkan Isi Struktur Baru
MAKASSAR, Trotoar.id — Kepemimpinan baru Partai Golkar Sulawesi Selatan di bawah komando Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mulai memperlihatkan wajah yan...
Politik15 Agustus 2026 21:11
IAS: Usman Marham dan Amirullah Nur Bersaing Jadi Bendahara Golkar Sulsel
MAKASSAR, Trotoar.id — Perebutan posisi strategis dalam struktur baru DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai mengerucut. Dua nama disebut masuk ...
Daerah15 Agustus 2026 20:47
Satu Bulan Satu Buku, Luwu Menyalakan Mesin Literasi dari Bangku Sekolah
LUWU, Trotoar.id — Di tengah derasnya arus informasi yang setiap hari memenuhi layar telepon genggam, Pemerintah Kabupaten Luwu memilih kembali mene...
Politik15 Agustus 2026 20:14
Adnan Purichta Ichsan Dikabarkan Kembali ke Demokrat, Ni’matullah: Saya Juga Dengar Demikian
MAKASSAR, Trotoar.id — Peta politik Sulawesi Selatan kembali diramaikan kabar kembalinya mantan Bupati Gowa dua periode, Adnan Purichta Ichsan Yasin...