Partai Golkar

Roadshow IAS ke 13 Daerah: Menjawab Kerinduan, Membangkitkan Kembali Semangat Kader Golkar Sulsel

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Sabtu, 15 Agustus 2026 15:19

Roadshow IAS ke 13 Daerah: Menjawab Kerinduan, Membangkitkan Kembali Semangat Kader Golkar Sulsel

MAKASSAR, Trotoar.id — Ada sesuatu yang lebih dalam dari sekadar agenda konsolidasi politik dalam roadshow yang dilakukan Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan terpilih, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), ke sejumlah daerah.

Dari satu kabupaten ke kabupaten lainnya, IAS menemukan kembali wajah-wajah kader yang selama beberapa waktu seolah tenggelam dari hiruk-pikuk politik Partai Golkar.

Di tengah pertemuan, dialog, dan silaturahmi, ia menangkap satu hal yang menurutnya sangat kuat, kerinduan kader terhadap partai dan semangat untuk kembali bergerak.

IAS menyebut roadshow yang dilakukannya bukan sekadar perjalanan politik untuk menemui struktur partai di daerah.

Ada misi yang jauh lebih personal, yakni menyampaikan terima kasih kepada kader yang telah memberikan amanah kepadanya sekaligus membangun kembali kedekatan antara pimpinan partai dengan basis kader di daerah.

“Saya roadshow dan melihat begitu mendalam semangat dan kerinduan kader Golkar di daerah,” kata IAS.

Dalam perjalanan politiknya menyambangi sejumlah daerah, IAS mengaku menemukan antusiasme yang tidak selalu terlihat dari permukaan.

Kader yang selama ini lebih banyak diam, menurut dia, mulai menunjukkan kembali gairah politiknya. Ruang-ruang pertemuan yang sebelumnya terasa sunyi mulai dipenuhi percakapan tentang masa depan Golkar.

Di titik inilah roadshow IAS memperoleh makna politiknya. Ia tidak hanya datang sebagai ketua partai terpilih, tetapi juga sebagai figur yang ingin memastikan bahwa Golkar Sulsel tidak berhenti pada struktur organisasi dan agenda administratif.

Mantan Walikota Makassar dua periode tersebut menyampaikan jika dirinya ingin menghidupkan kembali komunikasi antara elite partai dengan kader yang selama ini menjadi mesin utama pergerakan Golkar di lapangan.

Roadshow tersebut menjadi cara IAS untuk mendengar langsung suara kader. Kabupaten dan kota tidak diposisikan hanya sebagai wilayah yang harus menerima instruksi dari provinsi, tetapi sebagai basis kekuatan politik yang memiliki cerita, persoalan, harapan, sekaligus ekspektasi terhadap kepemimpinan baru Golkar Sulsel.

Ada kerinduan yang ingin dijawab. Ada semangat yang ingin dibangkitkan.

IAS melihat antusiasme kader di daerah sebagai modal penting untuk membangun kembali kekuatan Partai Golkar Sulawesi Selatan.

Sebab, bagi partai politik, kekuatan tidak hanya diukur dari posisi para elite, tetapi juga dari seberapa hidup struktur dan kader ketika berhadapan langsung dengan masyarakat.

Karena itu, roadshow menjadi semacam perjalanan untuk mengukur denyut nadi Golkar di daerah. Dari pertemuan-pertemuan tersebut, IAS menyaksikan bahwa kader masih memiliki energi politik yang besar.

Mereka hanya membutuhkan ruang untuk kembali berkonsolidasi, berkomunikasi, dan merasa menjadi bagian penting dari perjalanan partai.

IAS juga menilai perjalanan ke daerah menjadi momentum untuk menjawab kerinduan yang muncul selama satu periode terakhir.

Kerinduan itu tidak semata-mata terhadap sosok tertentu, tetapi terhadap suasana kebersamaan dan komunikasi yang membuat kader merasa dekat dengan partainya.

“Selain silaturahmi, saya juga melihat antusiasme kader Golkar yang lama berdiam muncul kembali,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi penanda bahwa kepemimpinan IAS di Golkar Sulsel ingin dimulai dari bawah.

Bukan hanya dengan merapikan struktur organisasi, tetapi dengan membangun kembali rasa memiliki kader terhadap partai.

Roadshow ke daerah pun akhirnya menjadi lebih dari sekadar rangkaian kunjungan. Ia berubah menjadi panggung kecil tempat Golkar Sulsel memperlihatkan bahwa mesin politiknya masih memiliki tenaga.

Kader yang sebelumnya pasif mulai kembali berbicara, berdiskusi, dan menunjukkan kesiapan untuk bergerak.

Bagi IAS, perjalanan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa amanah sebagai pimpinan partai bukan hanya soal memegang jabatan.

Ada tanggung jawab untuk hadir, mendengar, dan menjaga hubungan dengan mereka yang berada di garis depan perjuangan politik Golkar.

Kini, setelah roadshow menyambangi sejumlah daerah, tantangan IAS justru semakin besar. Semangat yang telah muncul harus diterjemahkan menjadi kerja politik yang terukur. Kerinduan yang telah terjawab harus dijaga agar tidak kembali menjadi jarak.

Golkar Sulsel berada di fase penting. Energi kader telah kembali terlihat. Antusiasme mulai tumbuh. Dan roadshow IAS telah membuka pintu komunikasi yang sebelumnya terasa renggang.

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah kader Golkar masih memiliki semangat.

Roadshow itu telah memberikan jawabannya semangat itu masih ada. Yang dibutuhkan adalah kepemimpinan yang mampu menjaga nyalanya tetap hidup dan mengubahnya menjadi kekuatan politik Golkar Sulsel di masa mendatang.

Penulis : Upiq

 Komentar

Berita Terbaru
News15 Agustus 2026 16:02
Profil Danrem 141/Toddopuli yang Baru, Kolonel Inf. Robinson Tallupadang: Putra Toraja dengan Rekam Jejak Panjang
BONE, Trotoar.id — Kabar membanggakan datang dari masyarakat Toraja. Salah satu putra terbaik Toraja, Kolonel Inf. Robinson Tallupadang, dipercaya m...
Metro15 Agustus 2026 15:46
Munafri Pimpin Gladi Bersih HUT ke-81 RI di Karebosi, Pastikan Upacara Berjalan Khidmat
MAKASSAR, Teotoar.id— Lapangan Karebosi, Sabtu (15/8/2026) pagi, menjadi tempat terakhir bagi Pemerintah Kota Makassar mematangkan persiapan sebelum...
Politik15 Agustus 2026 15:21
IAS Beberkan Bursa Sekretaris Golkar Sulsel, Enam Nama Masuk Radar
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), mulai membuka susunan puzzle kepengurusan baru Part...
Parlemen14 Agustus 2026 22:01
Pansus Sudah Ketok Hasil, Fraksi Justru Menolak: Ada Apa di Balik Polemik Kenaikan BBNKB dan PBBKB Sulsel?
MAKASSAR, Trotoar.id — Rapat paripurna DPRD Sulawesi Selatan yang sedianya menjadi pintu akhir pengesahan Ranperda Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahu...