Pemprov Sulsel

Distribusi Kurban dari Istana: 25 Sapi Presiden Mengalir ke Sulsel, Simbol Kepedulian atau Politik Kedekatan?

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Kamis, 21 Mei 2026 22:56

Distribusi Kurban dari Istana: 25 Sapi Presiden Mengalir ke Sulsel, Simbol Kepedulian atau Politik Kedekatan?

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Bantuan 25 ekor sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto ke Sulawesi Selatan bukan sekadar agenda rutin jelang Idul Adha.

Di balik distribusi hewan kurban ini, tersirat pesan politik tentang kehadiran negara hingga ke daerah sekaligus penguatan relasi pusat dan daerah.

Penyerahan bantuan secara simbolis kepada Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menjadi momentum yang sarat makna.

Pemerintah pusat hadir melalui skema bantuan kemasyarakatan, sementara pemerintah daerah berperan sebagai eksekutor distribusi ke masyarakat.

Sebanyak 25 sapi dengan bobot lebih dari satu ton itu dialokasikan ke seluruh kabupaten/kota di Sulsel, dengan satu ekor untuk tingkat provinsi.

Skema ini menegaskan pendekatan pemerataan meski secara kuantitas tetap terbatas dibanding luasnya wilayah dan jumlah penerima manfaat.

Gubernur Andi Sudirman memastikan bantuan tersebut akan menyasar masyarakat yang membutuhkan, terutama pada momentum Idul Adha.

Namun, seperti program bantuan sosial lainnya, tantangan utama tetap berada pada akurasi distribusi dan ketepatan sasaran.

Menariknya, Pemprov Sulsel juga menambahkan pendekatan simbolik lain: penggunaan kemasan ramah lingkungan untuk pembagian daging kurban.

Ini menunjukkan upaya membangun citra kebijakan yang tidak hanya sosial, tetapi juga berorientasi pada isu keberlanjutan.

Dalam konteks yang lebih luas, bantuan sapi kurban dari presiden merupakan tradisi politik yang telah berlangsung lama sebuah kombinasi antara ibadah, kepedulian sosial, dan komunikasi politik.

Momentum keagamaan menjadi kanal efektif untuk memperkuat kedekatan emosional antara pemimpin dan masyarakat.

Namun demikian, di tengah narasi kepedulian tersebut, muncul pertanyaan klasik: sejauh mana program seperti ini memberi dampak struktural terhadap kesejahteraan masyarakat, atau hanya bersifat simbolik dan musiman?

Bagi pemerintah daerah, bantuan ini tentu menjadi tambahan legitimasi bahwa hubungan dengan pusat berjalan baik.

Sementara bagi pemerintah pusat, distribusi kurban menjadi cara menjaga visibilitas dan kehadiran di daerah.

Pada akhirnya, 25 sapi kurban ini bukan hanya soal daging yang dibagikan, tetapi juga tentang pesan yang ingin disampaikan: negara hadir meski publik tetap menunggu kehadiran yang lebih konsisten, tidak hanya pada momentum seremonial.

Penulis : Anti

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen27 Agustus 2026 02:41
MYP Tahap II Sulsel Tembus Rp5 Triliun, Total Komitmen Pembangunan Capai Rp7,7 Triliun
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama DPRD Sulsel mulai mematangkan skema Multi-Year Project (MYP) tahap II dengan nil...
Politik27 Agustus 2026 02:16
NasDem Sulsel Mulai Panaskan Mesin Politik, Konsolidasi Kader dan Caleg Disiapkan untuk 2027
MAKASSAR, Trotoar.id — Partai NasDem Sulawesi Selatan mulai memanaskan mesin politik menghadapi rangkaian tahun politik yang akan datang.  Konsolid...
Parlemen27 Agustus 2026 02:07
Wakil Ketua DPRD Sulsel Ingatkan Pemprov Tak Potong TPP untuk Biayai Program Pemerintah
MAKASSAR, Troroar.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel agar tidak ...
Parlemen26 Agustus 2026 23:22
Ketua DPRD Sulsel Hadiri Apel Gelar Pasukan Silaturahmi Kamtibmas di Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, A. Rachmatika Dewi, menghadiri Apel Gelar Pasukan Silaturahmi Kamtibmas yang digelar Ke...