Kuliah Umum di FH Unhas, Appi Beberkan Perjalanan dari Penyiar Radio hingga Wali Kota Makassar

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 22 Mei 2026 17:44

Kuliah Umum di FH Unhas, Appi Beberkan Perjalanan dari Penyiar Radio hingga Wali Kota Makassar

MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membagikan kisah perjalanan hidup, karier, hingga dinamika perjuangan politiknya di hadapan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas), Jumat (22/5/2026).

Dalam kuliah umum bertema “Sinergi Pemerintahan, Hukum, dan Entrepreneurship dalam Menciptakan Inovasi Pemerintahan yang Berdampak di Kota Makassar”, Munafri yang akrab disapa Appi tidak hanya membahas pembangunan kota, tetapi juga memotivasi mahasiswa untuk berani bermimpi, membangun relasi, serta memiliki jiwa kewirausahaan.

Appi menekankan bahwa kesuksesan tidak diraih secara instan, melainkan melalui visi yang jelas, konsistensi, dan ketekunan.

“Kesuksesan adalah perjalanan yang dibangun melalui visi yang jelas, konsistensi, dan ketekunan. Tidak ada jalan pintas. Semua dibangun lewat perencanaan dan kebiasaan positif setiap hari,” ujarnya.

Ia menyebut, Kota Makassar membutuhkan lebih banyak entrepreneur seiring karakter pertumbuhan ekonomi yang ditopang sektor perdagangan dan jasa.

Bahkan, pada 2025, pertumbuhan ekonomi Makassar mencapai sekitar 5,3 persen, melampaui rata-rata nasional dan Sulawesi Selatan.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Makassar juga berada pada kategori tinggi dan masuk dalam tujuh besar nasional.

Menurut Appi, ilmu hukum memiliki peran penting tidak hanya dalam profesi legal formal, tetapi juga sebagai fondasi dalam dunia usaha.

“Hukum menjadi rambu-rambu kita dalam melangkah, mengetahui mana yang benar dan mana yang salah,” jelasnya.

Ia juga menyoroti rendahnya jumlah entrepreneur di Indonesia yang belum mencapai 4 persen dari total populasi sekitar 280 juta jiwa.

Karena itu, ia menilai sinergi antara pemerintahan, hukum, dan entrepreneurship menjadi kunci utama dalam mendorong inovasi pembangunan.

“Pemerintahan membutuhkan inovasi untuk pelayanan publik, hukum menjaga agar tetap dalam koridor aturan, dan entrepreneurship menghadirkan cara berpikir kreatif, cepat, serta solutif,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Appi turut mengisahkan perjalanan politiknya yang tidak mudah.

Ia mengaku tiga kali mengikuti kontestasi Pilkada dalam kurun waktu enam tahun, dengan dua kali mengalami kekalahan.

Pada Pilkada 2018, ia mencalonkan diri sebagai Wali Kota Makassar dan kalah dari kotak kosong.

“Selama tujuh bulan saya tidak pernah ke warung kopi. Bukan karena kalah, tapi karena malu,” kenangnya.

Ia kembali maju pada Pilkada 2020 bersama Rahman Bando di tengah pandemi COVID-19, namun kembali belum berhasil meraih kemenangan.

Meski demikian, Appi tidak menyerah. Pada Pilkada 2024, ia maju bersama Aliyah Mustika Ilham dan berhasil memenangkan kontestasi dengan perolehan sekitar 54 persen suara.

“Tidak ada perjuangan yang dilakukan sampai tuntas yang berakhir sia-sia,” pesannya kepada mahasiswa.

Appi juga menceritakan masa mudanya yang penuh keterbatasan.

Ia berasal dari keluarga sederhana dan harus membiayai sendiri pendidikannya setelah semester pertama di Fakultas Hukum Unhas.

Untuk bertahan, ia bekerja sebagai penyiar radio sembari kuliah.

Pengalaman itu terus membentuk karakternya hingga berkarier di dunia profesional, termasuk di industri sepak bola.

Ia mengaku sempat menghadapi kendala bahasa Inggris saat bekerja di level profesional, namun menjadikannya sebagai motivasi untuk terus belajar.

Perjalanan kariernya kemudian mengantarkan dirinya pada posisi strategis, mulai dari pimpinan perusahaan hingga menjadi perwakilan kehormatan Republik Kroasia di Indonesia.

Appi juga berbagi pengalaman saat dipercaya memimpin PSM Makassar pada 2016, di tengah kondisi klub yang terpuruk akibat sanksi FIFA.

Ia melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari manajemen hingga komposisi pemain.

Hasilnya, PSM bangkit dan pada 2019 berhasil meraih gelar Piala Indonesia setelah 19 tahun tanpa trofi.

Menutup kuliah umumnya, Appi mengajak mahasiswa FH Unhas untuk menjadi motor penggerak lahirnya kebijakan publik yang cerdas, adil, dan berpihak pada masyarakat.

“Mari jadikan Fakultas Hukum Unhas sebagai motor penggerak lahirnya kebijakan publik yang cerdas, berkeadilan, dan berpihak pada rakyat,” pungkasnya. (*)

Penulis : Addy

 Komentar

Berita Terbaru
Metro27 Agustus 2026 21:37
Live di Kompas TV, Appi Bongkar Cara Lontara Plus Satukan 358 Aplikasi dan Aduan Warga
JAKARTA, Trotoar.id — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi memaparkan transformasi digital Pemerintah Kota Makassar di hadapan publik nas...
Metro27 Agustus 2026 21:34
Buka Citra Beauty Fair 2026, Aliyah Mustika Ilham Dorong Industri Kecantikan dan Ekonomi Lokal
MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham membuka secara resmi Citra Beauty Fair 2026, Rabu (26/8/2026). Ajang yang digel...
Daerah27 Agustus 2026 21:31
Jejak JICA 30 Tahun di Barru, Dari Air Bersih hingga Peluang Kerja ke Jepang
BARRU, Trotoar.id — Jejak kerja sama Kabupaten Barru dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) kembali terungkap setelah sejumlah alumni ...
Metro27 Agustus 2026 14:18
130 Rumah Tangga di Gowa dan Bantaeng Dapat Bantuan Listrik Gratis dari Pemprov Sulsel
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperluas akses energi listrik bagi masyarakat yang belum menikmati penerangan se...