MAKASSAR, TROTOAR.ID — Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu kini memasuki tahapan krusial.
Proses tersebut berlangsung di UPT Penilaian Potensi dan Kompetensi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar, Jumat (22/5/2026).
Tahapan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian seleksi yang dirancang untuk menjaring figur terbaik dalam menduduki posisi strategis sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, dipercaya memimpin Panitia Seleksi (Pansel) dalam proses tersebut.
Ia bersama tim bertanggung jawab memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prinsip objektivitas dan transparansi.
Pelaksanaan seleksi ini sekaligus menjadi wujud nyata penerapan sistem merit dalam manajemen aparatur sipil negara (ASN), khususnya dalam pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan pemerintahan.
Tahapan seleksi ini dinilai sangat penting karena jabatan Sekretaris Daerah memiliki peran sentral dalam mengoordinasikan jalannya pemerintahan daerah.
Selain itu, posisi tersebut juga berperan dalam meningkatkan efektivitas pelayanan publik serta mempercepat pelaksanaan program pembangunan di Kabupaten Luwu.
Sebanyak empat pejabat eselon II Pemerintah Kabupaten Luwu mengikuti tahapan seleksi tersebut.
Mereka merupakan figur-figur yang telah berpengalaman dalam birokrasi pemerintahan daerah.
Keempat peserta tersebut yakni Achmad Awwabin selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Enrika sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kasmuddin yang menjabat Sekretaris DPRD, serta Muhammad Rudi yang saat ini menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu sekaligus Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu.
Rangkaian seleksi meliputi berbagai metode penilaian yang komprehensif, seperti simulasi analisis kasus, in-tray exercise, Leadership Group Discussion (LGD), psikotes, hingga wawancara mendalam.
Seluruh tahapan asesmen tersebut dirancang untuk mengukur kapasitas kepemimpinan, kemampuan manajerial, integritas, serta kesiapan peserta dalam mengemban tanggung jawab sebagai Sekretaris Daerah.
Proses asesmen dilaksanakan secara independen dan terukur guna menjamin objektivitas serta transparansi hasil seleksi.
Hal ini juga menjadi upaya menjaga kepercayaan publik terhadap proses pengisian jabatan strategis di pemerintahan.
Panitia Seleksi turut diperkuat oleh sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Inspektorat Provinsi Sulsel Marwan Mansyur, Kepala BKD Sulsel Erwin Sodding, Ilham Labbase, serta Agus Salim.
Bupati Luwu, Patahudding, bersama Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, juga meninjau langsung pelaksanaan asesmen tersebut sebagai bentuk komitmen terhadap proses seleksi yang profesional.
Dalam keterangannya, Patahudding menegaskan bahwa jabatan Sekretaris Daerah merupakan posisi kunci dalam roda pemerintahan daerah.
“Jabatan Sekretaris Daerah memiliki peran penting dalam mengoordinasikan roda pemerintahan. Karena itu, proses seleksi ini harus melahirkan sosok yang memiliki kompetensi, integritas, kemampuan kepemimpinan, dan komitmen kuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Melalui proses seleksi terbuka dan kompetitif ini, Pemerintah Kabupaten Luwu diharapkan mampu mendapatkan figur pemimpin birokrasi yang berkualitas.
Ke depan, sosok yang terpilih diharapkan dapat memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Selain itu, seleksi ini juga diharapkan mampu menghadirkan birokrasi yang adaptif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di tengah dinamika pelayanan publik yang terus berkembang.




Komentar