MAKASSAR, TROTOAR.ID — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polda Sulsel, khususnya Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), Reskrimsus Polres kabupaten/kota, serta unsur TNI atas keberhasilan mengungkap jaringan penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi di wilayah Sulsel.
Apresiasi tersebut disampaikan saat Gubernur menghadiri press release pengungkapan kasus tindak pidana penyalahgunaan energi subsidi yang digelar Ditreskrimsus Polda Sulsel di Dermaga Pelindo Makassar, Selasa (2/6/2026).
Menurut Andi Sudirman, pengungkapan kasus ini menunjukkan komitmen kuat aparat penegak hukum dalam memberantas praktik ilegal yang merugikan negara dan masyarakat luas.
“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kapolda Sulsel beserta seluruh jajaran Ditreskrimsus, Reskrimsus Polres, dan unsur TNI yang telah bekerja keras mengungkap kasus ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, praktik penyalahgunaan energi bersubsidi yang terungkap bukanlah tindakan sederhana, melainkan dilakukan secara terstruktur dan berdampak besar terhadap distribusi energi bagi masyarakat.
“Barang bukti yang diamankan menunjukkan adanya praktik yang terorganisir. Ini tentu sangat merugikan masyarakat, sehingga penegakan hukum seperti ini harus terus diperkuat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Andi Sudirman menilai keberhasilan ini menjadi langkah strategis, terutama di tengah dinamika global yang tengah menyoroti isu energi dan bahan bakar minyak.
“Di tengah perhatian global terhadap sektor energi, kita justru berhasil mengungkap penyelundupan BBM subsidi. Ini momentum yang sangat tepat dan strategis,” jelasnya.
Berdasarkan data Polda Sulsel, aparat berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dalam pengungkapan kasus tersebut, antara lain satu kapal tanker, dua kapal SPOB, 18 mobil tangki, 17 kendaraan penumpang, serta enam dump truck.
Selain itu, turut disita 332 jeriken solar, 12 tandon berkapasitas 1.000 liter, dan 1.541 tabung LPG ukuran 3 kilogram.
Untuk BBM subsidi, total yang diamankan mencapai 229.123 liter solar dan 3.031 liter pertalite.
Pengungkapan ini diharapkan menjadi efek jera bagi pelaku sekaligus memperkuat pengawasan distribusi energi bersubsidi agar tepat sasaran.




Komentar