Pemda Barru

Wabup Barru Hadiri Haflah Qiraatil Kutub

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Sabtu, 27 Juni 2026 14:34

Wabup Barru Hadiri Haflah Qiraatil Kutub

BARRU, TROTOAR.ID — Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, menegaskan bahwa pendidikan anak, khususnya pendidikan agama di pesantren, merupakan investasi jangka panjang yang tidak ternilai bagi masa depan.

Pesan tersebut ia sampaikan saat menghadiri Haflah Qiraatil Kutub Madrasah I’dadiyah Pondok Pesantren DDI Mangkoso di Kampus III Putri Bulu Lampang, Kecamatan Soppeng Riaja, Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menampilkan capaian pendidikan para santri setelah menempuh proses pembelajaran intensif di lingkungan pesantren.

Di hadapan para orang tua santri, Abustan mengingatkan agar tidak ragu berkorban demi pendidikan anak, terutama dalam menuntut ilmu agama.

Menurutnya, orang tua memiliki peran besar dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam akhlak.

“Jangan pernah takut mengeluarkan biaya untuk pendidikan anak. Ini adalah investasi terbaik untuk masa depan mereka,” ujar Abustan.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para orang tua santri yang dinilainya memiliki keteguhan hati dalam mendidik anak di lingkungan pesantren.

“Menjadi orang tua santri itu tidak mudah. Karena itu, bapak dan ibu di sini adalah orang tua hebat,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap semangat belajar para santri, Abustan bahkan meminta panitia memberikan hadiah kepada peserta yang telah mengikuti ujian Haflah Qiraatil Kutub.

Menurutnya, penghargaan sekecil apa pun dapat menjadi motivasi bagi santri untuk terus meningkatkan kemampuan dan prestasi.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak semata diukur dari tingginya ilmu pengetahuan, tetapi juga dari kuatnya adab yang dimiliki.

“Setinggi apa pun ilmu seseorang, tanpa adab, ilmu itu tidak akan membawa manfaat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti fenomena menurunnya nilai sopan santun di tengah masyarakat, sehingga pendidikan berbasis pesantren dinilai menjadi solusi penting.

Abustan mengaku terkesan dengan sistem pendidikan di DDI Mangkoso yang mampu menjaga keseimbangan antara ilmu dan akhlak.

Bahkan, ia mendorong keluarganya untuk turut menyekolahkan anak di pesantren tersebut.

“Saya ingin ada keluarga kami yang menjadi alumni DDI Mangkoso,” ungkapnya.

Selain itu, ia turut mengapresiasi capaian akademik santri, termasuk keberhasilan menerbitkan buku berjudul “Di Negeri Para Perindu Ilmu”.

Menurutnya, kemampuan menulis buku merupakan prestasi yang tidak mudah dan menunjukkan kualitas pendidikan yang terus berkembang.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru, H. Irman, menyebut Haflah Qiraatil Kutub sebagai wujud nyata keberhasilan pendidikan pesantren.

Ia menilai kemampuan santri membaca dan memahami kitab kuning merupakan hasil dari tradisi keilmuan yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Menurutnya, DDI Mangkoso tidak hanya mencetak santri, tetapi juga melahirkan guru dan pendidik yang berkontribusi luas di masyarakat.

Di sisi lain, Kepala Madrasah I’dadiyah DDI Mangkoso, Prof. (HC) Dr. Muhammad Agus, menjelaskan bahwa haflah merupakan bentuk pertanggungjawaban pendidikan kepada orang tua.

Ia menyebut para santri datang dengan kemampuan yang beragam, namun mengalami perkembangan signifikan selama menempuh pendidikan.

“Alhamdulillah, mereka kini mampu membaca Al-Qur’an, menghafal Juz 30, menguasai ilmu bahasa Arab, hingga membaca kitab kuning tanpa harakat,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa santri tahun ini berhasil menghasilkan karya literasi berupa buku yang menceritakan perjalanan mereka dalam menuntut ilmu.

Menurutnya, karya tersebut mendapat pendampingan dari penulis nasional Dr. Bahtiar Adnan Kusuma yang juga merupakan orang tua santri.

“Kami ingin santri tidak hanya mampu membaca kitab, tetapi juga mampu menulis dan menyampaikan gagasannya,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso, unsur pemerintah, tokoh agama, akademisi, serta ratusan orang tua santri.

Haflah Qiraatil Kutub ini menjadi simbol keberhasilan pendidikan pesantren dalam melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

Penulis : Adv

 Komentar

Berita Terbaru
Metro16 Agustus 2026 18:39
70 Paskibraka Makassar Dikukuhkan, Siap Kibarkan Merah Putih di Karebosi
MAKASSAR, Trotoar.id — Sebanyak 70 pelajar terbaik Kota Makassar resmi dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kota ...
Metro16 Agustus 2026 18:36
Jelajah Sampah Titik ke-14, Appi-Melinda Ajak Warga Mulai dari Rumah
MAKASSAR, Trotoar.id — Persoalan sampah di Kota Makassar tidak akan selesai hanya dengan menambah armada pengangkut atau membersihkan jalan dan ling...
Politik16 Agustus 2026 17:00
IAS Siapkan Plt Ketua Golkar di Sejumlah Daerah, Konsolidasi Kabupaten/Kota Mulai Dikebut
MAKASSAR, Trotoar id — Setelah terpilih memimpin DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan periode 2026–2031, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mulai menata...
Metro16 Agustus 2026 11:14
Berkostum Ala Bung Karno, Andi Sudirman Bawa Semangat Kemerdekaan Turun ke Jalan Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Minggu pagi di Kota Makassar terasa berbeda. Jalanan yang biasanya dipenuhi kendaraan berubah menjadi panggung terbuka untuk ...