DPRD Sulsel

Fraksi PPP Soroti Selisih Pendapatan Rp1 Triliun hingga Proyek Mangkrak di Sulsel

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 30 Juni 2026 16:35

Fraksi PPP Soroti Selisih Pendapatan Rp1 Triliun hingga Proyek Mangkrak di Sulsel

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menyoroti serius kinerja pengelolaan keuangan daerah, khususnya pada sektor pendapatan, pembiayaan, dan belanja dalam pemandangan umum terhadap laporan pertanggungjawaban APBD.

Dalam sektor pendapatan, Fraksi PPP menemukan adanya selisih anggaran yang cukup mencolok, yakni mencapai Rp1 triliun. Nilai tersebut dinilai bukan angka kecil karena berpotensi besar mendukung pembangunan daerah.

“Potensi sebesar Rp1 triliun ini seharusnya dapat dimanfaatkan untuk perbaikan infrastruktur jalan, pembangunan ruang kelas baru, peningkatan layanan kesehatan, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Sulawesi Selatan,” tegas Fraksi PPP.

Atas kondisi tersebut, Fraksi PPP meminta penjelasan rinci kepada pemerintah provinsi terkait sektor mana yang tidak mencapai target serta apa penyebab utama tidak optimalnya realisasi pendapatan tersebut.

Pada sektor pembiayaan, Fraksi PPP juga menyoroti ketimpangan antara penerimaan dan pengeluaran.

Realisasi penerimaan pembiayaan tercatat sebesar Rp83,06 miliar, sementara pengeluaran pembiayaan justru membengkak hingga Rp135,87 miliar.

Kondisi ini menunjukkan adanya defisit pembiayaan yang cukup signifikan, di mana arus kas keluar jauh lebih besar dibandingkan arus masuk ke kas daerah.

Fraksi PPP pun meminta pemerintah provinsi memberikan penjelasan detail terkait orientasi dan peruntukan pengeluaran pembiayaan tersebut.

Sementara itu, pada sektor belanja, Fraksi PPP menyoroti kewajiban pemerintah provinsi terkait utang bagi hasil pajak tahun anggaran 2024 kepada pemerintah kabupaten/kota.

Fraksi PPP mempertanyakan persentase realisasi penyelesaian utang tersebut, baik yang telah diselesaikan maupun yang masih tertunggak.

Hal ini dinilai penting mengingat persoalan bagi hasil pajak menjadi salah satu rekomendasi dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK yang seharusnya segera ditindaklanjuti.

Selain itu, Fraksi PPP juga mengkritisi efektivitas dan efisiensi program pembangunan infrastruktur daerah, khususnya proyek pembangunan rest area di Kabupaten Jeneponto.

Menurut hasil peninjauan lapangan dan kunjungan anggota DPRD Sulsel, proyek yang telah menyerap anggaran besar tersebut hingga kini belum dimanfaatkan dan terkesan terbengkalai.

Fraksi PPP menyayangkan kondisi tersebut dan mendesak pemerintah provinsi untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap proyek dimaksud.

Di sektor kesehatan, Fraksi PPP juga menyoroti belum optimalnya pelaksanaan kewajiban sharing anggaran untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS bagi masyarakat.

Fraksi PPP menilai komitmen pemerintah provinsi dalam memenuhi kewajiban tersebut belum berjalan maksimal, sehingga meminta penjelasan sekaligus langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Lebih lanjut, Fraksi PPP menekankan pentingnya prinsip proporsionalitas, objektivitas, dan keadilan dalam menetapkan daftar penerima bantuan sosial agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan ketimpangan di masyarakat.

Dalam aspek ketenagakerjaan, Fraksi PPP mengungkapkan bahwa jumlah pengangguran di Sulawesi Selatan mencapai sekitar 250 ribu orang dari total angkatan kerja sekitar 5 juta jiwa.

Meski terjadi pertumbuhan angkatan kerja sebesar 179,23 ribu orang, hanya sekitar 170,90 ribu yang terserap di lapangan kerja, sementara 8,32 ribu lainnya masih menganggur.

Fraksi PPP menilai kondisi ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat peningkatan angka pengangguran dapat berdampak langsung terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Karena itu, Fraksi PPP mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan ketenagakerjaan serta program yang lebih efektif dalam menekan angka pengangguran di Sulawesi Selatan.

Fraksi PPP berharap seluruh catatan dan masukan yang disampaikan dapat menjadi perhatian serius pemerintah provinsi dalam memperbaiki tata kelola keuangan dan pembangunan daerah ke depan.

“Semoga setiap kebijakan yang diambil senantiasa berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan,” tutup Fraksi PPP.

Penulis : Upiq

 Komentar

Berita Terbaru
Metro12 Agustus 2026 16:53
Aliyah Mustika Ilham Hadiri Karya Bakti di TMP Panaikang, Momentum Kenang Jasa Pahlawan
Makassar, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, turut ambil bagian dalam kegiatan Karya Bakti di Taman Makam Pahlawan (TMP) P...
Politik12 Agustus 2026 16:03
Usman Marham Desak Golkar Sulsel Beri Ruang Lebih Besar bagi Kader Muda
Trotoar.id, Pinrang — Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Pinrang, Usman Marham, menyampaikan pesan tegas kepada Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selata...
Ajatappareng12 Agustus 2026 15:51
Banggar DPRD Sulsel Desak Pemprov Anggarkan Rp18 Miliar untuk Ganti Rugi Lahan Sisi Utara Stadion Sudiang
MAKASSAR, Trotoar.id — Sejumlah anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulawesi Selatan mendesak Pemerintah Provinsi Sulsel segera mengalokasikan ang...
Daerah11 Agustus 2026 23:53
Gerak Jalan HUT ke-81 RI di Barru Berubah Jadi Panggung Kegembiraan, Bupati Andi Ina Traktir Es Krim Peserta
BARRU, Trotoar.id — Jalanan Kabupaten Barru, Selasa (11/8/2026), mendadak berubah menjadi panggung kegembiraan. Bukan hanya barisan peserta yang ber...