Pemda Barru

Rumpon Dasar Mini Hadir di Bentenge, Bulukumba Dorong Perikanan Berkelanjutan dari Skala Edukasi

Awal Febri
Awal Febri

Selasa, 14 Juli 2026 12:47

Rumpon Dasar Mini Hadir di Bentenge, Bulukumba Dorong Perikanan Berkelanjutan dari Skala Edukasi

Bulukumba, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Bulukumba mulai mengubah cara masyarakat memandang laut bukan sekadar ruang tangkap, tetapi ekosistem yang harus dipulihkan dan dijaga.

Melalui Dinas Perikanan, inovasi baru dihadirkan berupa rumpon dasar mini di kawasan Kolam Labuh Bentenge sebuah langkah kecil dengan pesan besar tentang masa depan perikanan berkelanjutan.

Rumpon dasar mini ini bukan sekadar replika. Ia dirancang menyerupai struktur rumpon laut yang selama ini menjadi andalan nelayan, namun dikemas dalam bentuk yang lebih sederhana dan mudah dipahami.

Fungsinya tetap sama menjadi “rumah ikan” tempat berlindung, mencari makan, dan berkumpulnya berbagai biota laut.

Kehadirannya menjadi media edukasi terbuka tidak hanya bagi nelayan, tetapi juga pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Di sini, konsep ekologi laut yang selama ini abstrak, kini bisa dilihat langsung dengan mata kepala sendiri.

Pemerintah ingin menggeser pola pikir lama yang menempatkan hasil tangkapan sebagai tujuan utama, tanpa memperhatikan kondisi habitat.

Rumpon ini menjadi simbol bahwa produktivitas perikanan sangat bergantung pada kesehatan ekosistem.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Bulukumba, Yusli Sandi, menegaskan bahwa inovasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang.

“Rumpon ini bukan hanya alat bantu tangkap, tapi juga bagian dari upaya pemulihan ekosistem laut. Dari sini masyarakat bisa belajar bahwa menjaga habitat itu sama pentingnya dengan menangkap ikan,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan edukatif menjadi kunci agar konsep perikanan berkelanjutan tidak berhenti di kebijakan, tetapi benar-benar dipahami dan diterapkan oleh masyarakat pesisir.

Kolam Labuh Bentenge dipilih bukan tanpa alasan. Kawasan ini telah berkembang menjadi titik percontohan pengelolaan perikanan terpadu di Bulukumba menggabungkan fungsi ekonomi, sosial, dan ekologi dalam satu ruang.

Selain mendukung aktivitas nelayan, kawasan ini juga mulai menunjukkan dampak ekologis yang nyata.

Kehadiran berbagai biota laut meningkat seiring perbaikan habitat yang dilakukan secara bertahap.

“Sekarang ini juga sudah jadi spot mancing favorit. Itu tanda bahwa ekosistem mulai pulih,” ungkap Yusli.

Fenomena meningkatnya aktivitas memancing di kawasan tersebut menjadi indikator sederhana bahwa ekosistem bekerja kembali. Ikan datang, berkembang, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Namun pemerintah menegaskan, peningkatan ini harus dijaga agar tidak kembali merusak keseimbangan.

Edukasi menjadi benteng utama agar eksploitasi tidak kembali menjadi pola dominan.

Melalui rumpon dasar mini, masyarakat diajak memahami hubungan antara manusia dan laut sebagai satu kesatuan. Bahwa setiap intervensi sekecil apa pun akan berdampak pada keberlanjutan sumber daya.

Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam membangun sektor kelautan berbasis ilmu pengetahuan dan pendekatan ekologis.

Dengan strategi ini, perikanan tidak lagi hanya soal hasil tangkap hari ini, tetapi juga tentang memastikan laut tetap produktif untuk generasi berikutnya.

Rumpon dasar mini di Bentenge mungkin tampak sederhana. Namun di baliknya, tersimpan pesan kuat masa depan perikanan ditentukan bukan oleh seberapa banyak ikan ditangkap, tetapi seberapa bijak manusia menjaga rumahnya.

Penulis : Addy

 Komentar

Berita Terbaru
Metro14 Juli 2026 18:02
Makassar Jadi Laboratorium Digital Bansos, 6.000 Agen Disiapkan Awasi Akurasi dan Transparansi
Makassar, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar kembali mendapat panggung dalam agenda transformasi digital nasional. Kali ini, Kementerian Sosial R...
Metro14 Juli 2026 17:59
Pemkot Makassar Perkuat Mitigasi Bencana, Libatkan 23 Kampus dan Siapkan 23 Ribu Mahasiswa Tangguh
Makassar, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar kian serius memperkuat sistem mitigasi kebencanaan di tengah meningkatnya ancaman banjir, cuaca ekst...
Daerah14 Juli 2026 16:41
Bupati Barru Gandeng KKDB, Ajak Diaspora Investasi dan Bangun Daerah
Barru, Trotoar.id — Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, mulai merajut kekuatan baru dari luar daerah. Melalui audiensi bersama Kerukunan Keluarga D...
Metro14 Juli 2026 15:50
Appi Blusukan ke Kerung-Kerung, Pastikan Air PDAM Tak Lagi “Hilang” di Keran Warga
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali turun langsung ke lapangan untuk memastikan satu hal yang paling mendasar bagi...