
MAKASSAR, Trotoar.id – Komitmen Pemerintah Kabupaten Barru membangun generasi yang gemar membaca kembali mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat.
Usai menandatangani Nota Kesepakatan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tentang Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa serta Sastra Indonesia dan Daerah di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menerima bantuan buku bacaan yang akan menjadi bekal baru bagi penguatan budaya literasi di daerahnya.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin.

Bagi Pemerintah Kabupaten Barru, bantuan itu bukan sekadar penambahan koleksi bacaan di sekolah, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun karakter, wawasan, dan daya imajinasi generasi muda.
Bupati Andi Ina Kartika Sari menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Abdul Mu’ti, atas perhatian yang diberikan kepada Kabupaten Barru.
Menurutnya, buku-buku bacaan tersebut akan membuka ruang belajar yang lebih luas bagi anak-anak sekaligus memperkuat budaya membaca sejak usia dini.
“Insya Allah buku-buku ini akan memberikan manfaat yang besar bagi anak-anak kami, terutama melalui berbagai cerita dan bacaan yang terkandung di dalamnya,” ujar Andi Ina, Kamis (6/8/2026).

Lebih dari sekadar menerima bantuan, Andi Ina menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Barru untuk terus mendukung berbagai program strategis Pemerintah Pusat di bidang pendidikan.
Baginya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang berkualitas dan inklusif.
Pada kesempatan yang sama, Andi Ina juga mengapresiasi pembentukan Tim Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia di Kabupaten Barru.
Ia mengungkapkan bahwa tim tersebut telah terbentuk dan hanya tinggal menunggu penandatanganan Surat Keputusan (SK) sebagai dasar operasional dalam menjalankan tugas pembinaan penggunaan Bahasa Indonesia di lingkungan pemerintahan dan masyarakat.
Namun perhatian Bupati tidak berhenti pada seremoni penyerahan bantuan. Ia secara khusus menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barru, Mylawati Abustan, untuk memastikan seluruh buku benar-benar sampai ke sekolah-sekolah dan dimanfaatkan secara maksimal oleh para peserta didik.
“Buat saya, bantuan itu bukan hanya sekadar formalitas penyerahan. Yang kita tuntut adalah apa manfaat dari penyerahan itu. Saya minta Ibu Kepala Dinas memastikan langsung bahwa buku-buku itu sudah sampai dan kita akan terus melihat bagaimana pelaksanaannya,” tegasnya.
Arahan tersebut mencerminkan gaya kepemimpinan Andi Ina yang menitikberatkan pada hasil nyata, bukan sekadar seremonial.
Setiap program pemerintah, menurutnya, harus dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, khususnya anak-anak yang menjadi penerima utama kebijakan di bidang pendidikan.
Menariknya, ketika mengetahui bantuan yang diterima berupa buku cerita rakyat, Andi Ina langsung menghubungkannya dengan program literasi yang telah lama berjalan di Barru, yakni lomba mendongeng.
Menurutnya, cerita-cerita yang terdapat dalam buku tersebut dapat menjadi sumber inspirasi baru bagi para peserta, sehingga budaya membaca dan tradisi bertutur dapat tumbuh secara bersamaan.
Di sisi lain, Andi Ina kembali menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara penguatan Bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa serta aksara daerah.
Baginya, keduanya merupakan identitas bangsa yang tidak boleh dipertentangkan, tetapi harus dipelihara secara berdampingan agar generasi muda tetap memiliki akar budaya yang kuat.
Ia pun mengingatkan kiprahnya saat menjabat Ketua DPRD Sulawesi Selatan yang menginisiasi lahirnya Peraturan Daerah tentang Aksara Lontara sebagai bentuk komitmen menjaga warisan budaya Bugis.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan pendidikan harus tetap berjalan seiring dengan upaya melestarikan bahasa dan budaya lokal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barru, Mylawati Abustan, memastikan seluruh buku cerita rakyat dari Kemendikdasmen akan segera didistribusikan ke seluruh SD dan SMP di Barru agar menjadi bagian dari proses pembelajaran, memperkuat budaya membaca, sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter dan kecintaan terhadap budaya Nusantara sejak dini.


Komentar