DPRD Sulsel

Harga Telur Anjlok 4 Bulan, Komisi B DPRD Sulsel Janji Panggil Semua Pihak

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 10 Agustus 2026 16:12

Harga Telur Anjlok 4 Bulan, Komisi B DPRD Sulsel Janji Panggil Semua Pihak

MAKASSAR, Trotoar.id — Anjloknya harga telur ayam yang telah berlangsung selama empat bulan mendapat perhatian serius dari DPRD Sulawesi Selatan. 

Anggota Komisi B DPRD Sulsel dari Fraksi Partai Demokrat, Heriwawan, menemui langsung kelompok peternak ayam yang menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Sulsel, Senin (10/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Heriawan menyatakan DPRD Sulsel akan segera menindaklanjuti keluhan para peternak, terutama terkait harga telur yang terus berada pada level rendah di tengah meningkatnya sejumlah komponen biaya produksi.

Menurut Heriawan, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keberlangsungan usaha peternak rakyat. 

Terlebih, para peternak mengaku telah menghadapi tekanan harga selama kurang lebih empat bulan.

“Kita akan segera menindaklanjuti persoalan ini dengan memanggil semua pihak, untuk melihat apa yang menyebabkan anjloknya harga telur,” kata Heriawan saat menemui peternak.

Ia mengatakan, DPRD Sulsel akan meminta penjelasan dari berbagai pihak yang berkaitan dengan rantai produksi dan tata niaga telur ayam. 

Langkah tersebut diperlukan agar persoalan tidak hanya dilihat dari sisi harga jual telur di tingkat peternak, tetapi juga dari faktor-faktor yang mempengaruhi harga dari hulu hingga hilir.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah harga pakan yang mengalami kenaikan. 

Kondisi ini dinilai semakin menekan peternak karena biaya pakan merupakan salah satu komponen terbesar dalam biaya produksi ayam petelur.

Di sisi lain, Heriawan juga menyoroti persoalan ketersediaan pakan yang disebut mengalami kekurangan. 

Menurutnya, kondisi tersebut perlu dikaji lebih jauh untuk mengetahui apakah kelangkaan pasokan turut menjadi faktor yang memengaruhi struktur biaya produksi sekaligus harga telur di tingkat peternak.

Selain persoalan pakan, DPRD Sulsel juga akan mengkaji sejumlah aturan yang berkaitan dengan tata kelola dan perlakuan terhadap peternak maupun pelaku usaha peternakan. Termasuk aturan yang dinilai membatasi ruang gerak peternak rakyat.

“Kita akan kaji aturan-aturan yang ada, termasuk perlakuan terhadap peternak dan berbagai kebijakan yang selama ini berjalan,” ujarnya.

Heriawan menegaskan, DPRD tidak ingin mengambil kesimpulan secara sepihak mengenai penyebab anjloknya harga telur. 

Karena itu, seluruh pihak yang berkepentingan akan dipanggil untuk memberikan keterangan dan membuka data terkait produksi, pasokan, harga pakan, distribusi hingga harga telur di tingkat konsumen.

“Kita akan melakukan kajian yang kuat untuk mengetahui sebenarnya apa penyebab harga telur ini anjlok,” tegasnya.

Menurut dia, persoalan tersebut harus dibedah secara menyeluruh. Jika persoalannya berada pada kelebihan produksi, tata niaga, distribusi, kebijakan impor bahan baku, ketersediaan pakan, atau faktor lainnya, pemerintah dan DPRD harus memiliki dasar data yang jelas sebelum mengambil kebijakan.

Para peternak sebelumnya menyampaikan bahwa tekanan harga telah berlangsung selama empat bulan. 

Kondisi itu membuat margin usaha semakin tertekan karena harga jual telur tidak sebanding dengan biaya produksi yang harus dikeluarkan.

DPRD Sulsel pun berjanji tidak akan membiarkan persoalan tersebut berhenti sebagai aspirasi dalam aksi demonstrasi. 

Pemanggilan seluruh pihak diharapkan menjadi langkah awal untuk membongkar penyebab anjloknya harga telur sekaligus mencari formula kebijakan yang dapat menyelamatkan keberlangsungan peternak rakyat di Sulawesi Selatan.

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen11 Agustus 2026 17:51
DPRD Sulsel Soroti Empat Kali Pergeseran APBD 2026, Anggaran Komcad Rp30 Miliar Dipertanyakan
MAKASSAR, Trotoar.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan mempertanyakan kebijakan Pemerintah Provinsi Sulsel yang tela...
Metro11 Agustus 2026 16:05
Kalla Youth Fest 2026 Segera Digelar, Appi Dorong Jadi Ruang Nyata Pemberdayaan Anak Muda Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mendorong Kalla Youth Fest (KYF) 2026 tidak berhenti sebagai festival tahunan, tetapi be...
Daerah11 Agustus 2026 14:55
Bulukumba Bidik Pasar Kalimantan, Siap Pasok Pangan ke Balikpapan Lewat Jalur Laut
BALIKPAPAN, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mulai membidik pasar pangan Kalimantan Timur. Melalui kerja sama antardae...
Metro11 Agustus 2026 13:00
Pemkot Makassar Perketat Reklame, 12 Ruas Jalan dan 3 Spot Masuk Zona Larangan
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar memperketat penataan reklame di sejumlah kawasan strategis kota. Selain menertibkan reklame yang dip...