Pemprov Sulsel

Menjaga Sawah Tetap Hijau di Tengah Ancaman El Nino, Pemprov Sulsel Kerahkan 300 Pompa dan 100 Sumur Bor

Suriadi
Suriadi

Selasa, 11 Agustus 2026 18:28

Menjaga Sawah Tetap Hijau di Tengah Ancaman El Nino, Pemprov Sulsel Kerahkan 300 Pompa dan 100 Sumur Bor

MAKASSAR, Trotoar.id Musim kemarau mulai menguji ketahanan pertanian Sulawesi Selatan.

Di sejumlah wilayah, hamparan sawah yang biasanya dipenuhi tanaman padi kini berhadapan dengan ancaman kekeringan yang semakin nyata.

Bagi petani, kekeringan bukan sekadar persoalan cuaca. Ketika air berhenti mengalir ke persawahan, satu musim tanam bisa berada di ujung ketidakpastian.

Tanaman yang seharusnya tumbuh menuju masa panen terancam rusak, sementara biaya produksi sudah lebih dahulu dikeluarkan.

Ancaman itu semakin serius dengan potensi puncak musim kemarau yang diperparah fenomena iklim El Nino. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pun memilih bergerak sebelum kondisi di lapangan semakin sulit dikendalikan.

Melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun), Pemprov Sulsel membentuk satuan tugas pertanian dan bergerak bersama dinas pertanian di 24 kabupaten/kota.

Targetnya jelas: menyelamatkan lahan pertanian yang masih memiliki peluang produksi.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan penanganan dilakukan secara serentak di daerah-daerah yang terdampak kekeringan. Salah satu langkah utama yang kini dilakukan adalah pompanisasi.

“Saat ini tim pertanian Provinsi bersama 24 kabupaten kota tengah melakukan giat secara serentak penanganan kekeringan tanaman padi melalui pompanisasi di semua daerah yang terdampak,” kata Andi Sudirman, Selasa (11/8/2026).

Di lapangan, persoalannya tidak selalu sama. Ada lahan yang masih memiliki sumber air, tetapi membutuhkan bantuan pompa untuk mengalirkannya. Ada pula persawahan yang berada jauh dari sumber air sehingga membutuhkan solusi berbeda.

Plt Kepala Dinas TPHBun Sulsel, Bustanul Arifin, menjelaskan pola penanganan dibagi berdasarkan kondisi masing-masing lahan.

“Prinsipnya ada dua, yaitu dilakukan pompa air bagi lahan yang dimungkinkan masih memiliki sumber air dan sumur bor bagi lahan yang tidak memiliki aliran air di sekitar persawahan,” ujarnya.

Pemprov Sulsel sementara menyiapkan sekitar 300 unit pompa air dan pembangunan sekitar 100 titik sumur bor untuk wilayah yang mengalami kekeringan.

Bantuan tersebut diarahkan terutama kepada lahan yang masih memiliki potensi untuk diselamatkan. Air yang didatangkan diharapkan mampu menjaga tanaman padi tetap bertahan hingga melewati masa kritis.

Sebab, setiap hari dalam kondisi kemarau bisa menjadi sangat berarti bagi petani.

Ketika air berhasil dialirkan ke petak-petak sawah, harapan panen pun ikut dipertahankan.

Namun, kekeringan yang terjadi tidak semata-mata disebabkan kurangnya hujan. Infrastruktur irigasi juga menjadi salah satu persoalan yang harus ditangani.

Bustanul mengungkapkan masih terdapat sejumlah jaringan irigasi teknis yang belum optimal. Gangguan di bagian hulu dapat memutus pasokan air menuju lahan pertanian yang berada di hilir.

Karena itu, pemerintah tidak hanya melakukan intervensi darurat di tingkat lahan, tetapi juga menyiapkan penanganan pada sistem irigasi.

“Makanya sekarang kita lakukan penanganan jangka pendek, pompa air dan sumur bor digunakan untuk mengalirkan air ke lahan yang membutuhkan,” jelas Bustanul.

Sementara di bagian hulu, Pemprov Sulsel menjalankan pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi melalui Multiyears Project (MYP).

Program tersebut mencakup sekitar 39 daerah irigasi dengan cakupan sekitar 54.000 hektare sawah di wilayah yang mengalami gangguan jaringan irigasi.

Artinya, pemerintah mencoba menangani persoalan dari dua arah sekaligus.

Di hulu, jaringan irigasi diperbaiki. Di hilir, ketika petani sudah berhadapan dengan kekeringan, pompa dan sumur bor dikerahkan untuk menyelamatkan tanaman yang masih bisa dipertahankan.

Bagi pemerintah, pekerjaan ini bukan hanya soal menyelesaikan proyek atau menyalurkan bantuan. Ada waktu yang terus berjalan dan tanaman padi yang tidak bisa menunggu.

Tim Provinsi Sulsel bersama pemerintah kabupaten/kota, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta petugas pengamatan organisme pengganggu tanaman turun menentukan titik-titik prioritas.

Langkah tersebut penting agar bantuan tidak berhenti pada distribusi alat, tetapi benar-benar menjangkau lahan yang membutuhkan.

“Di hulunya, Pemprov Sulsel sementara melaksanakan pembangunan dan perbaikan irigasi yang masuk dalam Multiyears Project, sekitar 39 daerah irigasi dan sekitar 54.000 hektare sawah di seluruh wilayah yang mengalami gangguan jaringan irigasi,” kata Bustanul.

Sementara di hilir, eksekusi dilakukan langsung melalui pompanisasi dan pembangunan sumur bor.

“Hilinya itu tim langsung eksekusi di lapangan melalui bantuan pompa air dan sumur bor,” cetusnya.

Langkah tersebut menjadi bentuk respons pemerintah menghadapi ancaman kekeringan yang tidak hanya menyentuh sektor pertanian, tetapi juga menyangkut ketahanan pangan.

Jika tanaman padi gagal tumbuh, dampaknya bisa berantai. Pendapatan petani terganggu, produksi berkurang, dan pasokan pangan berpotensi ikut tertekan.

Karena itu, menyelamatkan sawah hari ini sesungguhnya bukan hanya menyelamatkan tanaman padi.

Ia adalah upaya menjaga dapur petani tetap mengepul, mempertahankan produksi pangan, dan memastikan ketahanan pangan Sulawesi Selatan tetap berdiri di tengah musim yang semakin sulit diprediksi.

Dan di tengah ancaman El Nino, suara mesin pompa yang mulai bekerja di tepi-tepi sawah menjadi simbol lain dari perjuangan ketika hujan tak kunjung datang, pemerintah dan petani harus mencari cara agar harapan panen tidak ikut mengering.

Penulis : Anti

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen27 Agustus 2026 02:41
MYP Tahap II Sulsel Tembus Rp5 Triliun, Total Komitmen Pembangunan Capai Rp7,7 Triliun
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama DPRD Sulsel mulai mematangkan skema Multi-Year Project (MYP) tahap II dengan nil...
Politik27 Agustus 2026 02:16
NasDem Sulsel Mulai Panaskan Mesin Politik, Konsolidasi Kader dan Caleg Disiapkan untuk 2027
MAKASSAR, Trotoar.id — Partai NasDem Sulawesi Selatan mulai memanaskan mesin politik menghadapi rangkaian tahun politik yang akan datang.  Konsolid...
Parlemen27 Agustus 2026 02:07
Wakil Ketua DPRD Sulsel Ingatkan Pemprov Tak Potong TPP untuk Biayai Program Pemerintah
MAKASSAR, Troroar.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel agar tidak ...
Parlemen26 Agustus 2026 23:22
Ketua DPRD Sulsel Hadiri Apel Gelar Pasukan Silaturahmi Kamtibmas di Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, A. Rachmatika Dewi, menghadiri Apel Gelar Pasukan Silaturahmi Kamtibmas yang digelar Ke...