Pemprov Sulsel

73 Paskibraka Sulsel Dikukuhkan, Dari Latihan Panjang Menuju Detik-Detik Sakral Kemerdekaan

Awal Febri
Awal Febri

Jumat, 14 Agustus 2026 18:23

73 Paskibraka Sulsel Dikukuhkan, Dari Latihan Panjang Menuju Detik-Detik Sakral Kemerdekaan

MAKASSAR, Trotoar.id — Di balik kibaran Sang Merah Putih pada 17 Agustus, selalu ada cerita tentang disiplin, ketekunan dan perjuangan.

Ada langkah kaki yang harus seragam, gerakan yang harus presisi, serta mental yang ditempa berulang kali agar satu momen sakral dapat berlangsung sempurna.

Cerita itu kini melekat pada 73 pemuda-pemudi terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan yang resmi dikukuhkan sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Provinsi Sulsel Tahun 2026.

Mereka dikukuhkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman di Pelataran Merah Putih Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Jumat (14/8/2026).

Pengukuhan berlangsung khidmat. Para orang tua dan keluarga hadir menyaksikan momen penting tersebut, bersama jajaran Forkopimda Sulsel serta pimpinan organisasi perangkat daerah lingkup Pemprov Sulsel.

Bagi 73 anggota Paskibraka itu, pengukuhan bukanlah akhir dari perjalanan. Justru, hari tersebut menjadi penanda bahwa mereka kini memikul tanggung jawab untuk menjalankan salah satu tugas paling simbolis dalam perayaan kemerdekaan: mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih.

Menjadi Paskibraka bukan perkara berdiri tegak di hadapan tiang bendera.

Sebelum sampai pada prosesi pengukuhan, para anggota Paskibraka harus melewati serangkaian pembekalan dan latihan. Mereka ditempa untuk membangun kedisiplinan, kekompakan, ketahanan fisik, sekaligus kesiapan mental.

Setiap gerakan harus dilakukan dengan presisi. Kesalahan kecil dapat mengganggu rangkaian upacara yang disaksikan masyarakat dan menjadi bagian dari sejarah peringatan kemerdekaan.

Gubernur Andi Sudirman mengatakan kesempatan menjadi anggota Paskibraka merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.

“Hari ini kami mengukuhkan 73 pemuda-pemudi terbaik di Sulawesi Selatan yang telah mengikuti masa pembekalan untuk mengibarkan bendera merah putih pada peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus 2026 di halaman Rumah Jabatan Gubernur,” ujarnya.

Ada kebanggaan di balik seragam yang mereka kenakan. Namun, di balik kebanggaan tersebut terdapat amanah yang harus dituntaskan.

Pada 17 Agustus nanti, perhatian akan tertuju kepada mereka ketika Sang Merah Putih perlahan naik menuju puncak tiang.

Saat itu, seluruh latihan yang selama ini dijalani akan menemukan maknanya.

Andi Sudirman berharap pengalaman menjadi Paskibraka tidak berhenti setelah upacara selesai.

Menurutnya, para anggota Paskibraka harus mampu membawa nilai-nilai yang mereka dapatkan selama proses pembinaan ke lingkungan sekolah dan masyarakat.

Disiplin, tanggung jawab, kekompakan, keberanian dan rasa cinta tanah air harus menjadi karakter yang terus melekat.

“Ini adalah amanah besar, semoga adik-adik kita dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” harapnya.

Pesan itu sekaligus menempatkan Paskibraka sebagai bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda.

Mereka dipilih bukan hanya karena kemampuan baris-berbaris, tetapi juga diharapkan menjadi contoh bagi teman sebaya.

Di balik 73 nama yang dikukuhkan, ada perjuangan panjang yang tidak selalu terlihat. Ada dukungan keluarga, kerja keras pelatih, arahan pembina, serta proses panjang yang harus dilalui hingga akhirnya mereka berdiri sebagai Paskibraka Provinsi Sulawesi Selatan.

Karena itu, Gubernur Sulsel menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses pembinaan.

“Terima kasih kepada para pembina, pelatih dan seluruh pihak yang telah membimbing dan mendampingi putra-putri terbaik Sulawesi Selatan. Semoga tugas pengibaran dan penurunan Bendera Pusaka berjalan lancar dan sukses,” pungkasnya.

Kini, 73 pemuda-pemudi itu tinggal menunggu satu tanggal yang telah mereka persiapkan.

Di hadapan Merah Putih dan seluruh peserta upacara, mereka akan menjalankan tugas yang mungkin hanya berlangsung beberapa menit.

Namun bagi mereka, beberapa menit itu merupakan hasil dari latihan berhari-hari, disiplin yang panjang, dan sebuah kehormatan yang mungkin akan dikenang sepanjang hidup.

Ketika Sang Merah Putih naik ke puncak tiang, bukan hanya kain merah dan putih yang berkibar. Di sana ada harapan agar generasi muda Sulawesi Selatan terus tumbuh menjadi generasi yang disiplin, berkarakter, dan mencintai Indonesia.

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Politik15 Agustus 2026 23:08
IAS Batasi Usia Pengurus Perempuan Golkar Sulsel, 80 Kader Muda Disiapkan Isi Struktur Baru
MAKASSAR, Trotoar.id — Kepemimpinan baru Partai Golkar Sulawesi Selatan di bawah komando Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mulai memperlihatkan wajah yan...
Politik15 Agustus 2026 21:11
IAS: Usman Marham dan Amirullah Nur Bersaing Jadi Bendahara Golkar Sulsel
MAKASSAR, Trotoar.id — Perebutan posisi strategis dalam struktur baru DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai mengerucut. Dua nama disebut masuk ...
Daerah15 Agustus 2026 20:47
Satu Bulan Satu Buku, Luwu Menyalakan Mesin Literasi dari Bangku Sekolah
LUWU, Trotoar.id — Di tengah derasnya arus informasi yang setiap hari memenuhi layar telepon genggam, Pemerintah Kabupaten Luwu memilih kembali mene...
Politik15 Agustus 2026 20:14
Adnan Purichta Ichsan Dikabarkan Kembali ke Demokrat, Ni’matullah: Saya Juga Dengar Demikian
MAKASSAR, Trotoar.id — Peta politik Sulawesi Selatan kembali diramaikan kabar kembalinya mantan Bupati Gowa dua periode, Adnan Purichta Ichsan Yasin...