
BULUKUMBA, Trotoar.id — Sebanyak 72 pelajar terbaik dari berbagai SMA sederajat di Kabupaten Bulukumba resmi dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Bulukumba.
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf atau Andi Utta, di halaman Rumah Jabatan Bupati Bulukumba, Sabtu (15/8/2026).
Puluhan pelajar tersebut akan mengemban tugas penting pada upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dalam rangka HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026).

Mereka akan menjadi bagian penting dalam prosesi pengibaran Sang Merah Putih di Kabupaten Bulukumba.
Di balik pengukuhan tersebut terdapat proses panjang yang telah dilalui para calon Paskibraka. Kepala Bidang Kesbangpol pada Badan Kesbangpol Kabupaten Bulukumba, Akhmad Rizal, mengatakan proses seleksi telah dimulai sejak awal Februari 2026.
Seleksi dilakukan secara transparan dan profesional untuk mendapatkan putra-putri terbaik yang dinilai mampu menjalankan tugas pengibaran bendera sekaligus menjadi representasi generasi muda Bulukumba.
Dari proses tersebut, terpilih 72 anggota Paskibraka yang terdiri atas 36 putra dan 36 putri. Mereka berasal dari sejumlah SMA sederajat di Kabupaten Bulukumba.

Yang menarik, formasi Paskibraka tahun ini dirancang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Dari atas, formasi barisan akan membentuk angka 81, sebagai simbol peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Formasi barisan akan membentuk model HUT ke-81 tahun kalau dilihat dari atas, terdiri dari barisan 8, barisan 17, dan barisan 45,” ujar Akhmad Rizal.
Persiapan para Paskibraka juga berlangsung cukup ketat. Pemusatan latihan dilaksanakan selama 14 hari, mulai 4 hingga 18 Agustus 2026.
Bahkan sebelum memasuki masa karantina atau pemusatan latihan, para calon Paskibraka telah menjalani latihan rutin minimal sekali dalam sepekan.
Bagi pemerintah daerah, proses tersebut bukan sekadar menyiapkan pasukan untuk sebuah upacara. Paskibraka juga menjadi ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta nasionalisme bagi generasi muda.
Karena itu, dalam prosesi pengukuhan, Pemkab Bulukumba sengaja menghadirkan orang tua para anggota Paskibraka.
Momen tersebut diharapkan menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga yang telah menyaksikan perjuangan anak-anak mereka hingga akhirnya dipercaya mengemban tugas negara di tingkat daerah.
“Kita juga sengaja mengundang dan menghadirkan orang tua mereka dalam prosesi pengukuhan. Supaya ada kebanggaan tersendiri bagi orang tua melihat anaknya dikukuhkan,” jelas Akhmad Rizal.
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf mengatakan pengukuhan tersebut merupakan puncak dari proses seleksi, pendidikan, pembinaan, dan pelatihan yang telah dijalani para anggota Paskibraka.
Menurutnya, status sebagai Paskibraka merupakan kehormatan sekaligus kebanggaan, bukan hanya bagi mereka yang terpilih, tetapi juga bagi orang tua dan keluarga.
“Olehnya itu, bersyukur dan berbanggalah kalian yang telah dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Tingkat Kabupaten Bulukumba Tahun 2026,” kata Andi Utta.
Ia mengingatkan, tugas sebagai Paskibraka tidak berhenti ketika upacara pengibaran bendera selesai. Nilai-nilai yang diperoleh selama proses pembinaan diharapkan menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari.
Para Paskibraka telah dibekali prinsip dasar serta nilai-nilai nasionalisme yang diharapkan dapat membentuk karakter mereka sebagai generasi penerus bangsa.
Andi Utta menekankan pentingnya mental yang tangguh, disiplin, kepribadian yang kuat, kemampuan bekerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
“Sebagai generasi muda pelanjut kepemimpinan yang akan datang, harus memiliki sikap mental yang tangguh, kuat, disiplin, berkepribadian, bekerja sama, dan memiliki kepedulian sosial,” tegasnya.
Ia pun meminta seluruh anggota Paskibraka menjaga kondisi fisik dan mental menjelang pelaksanaan tugas.
“Selamat kepada anak-anakku sekalian. Tetap jaga kesehatan, jaga mental dan disiplin sehingga dapat melaksanakan tugas penting ini dengan lancar dan sukses ke depan,” ujar Andi Utta.
Di balik barisan seragam Paskibraka, ada cerita keluarga yang ikut merasakan kebanggaan. Salah satunya datang dari keluarga Dedi Rahmadi, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bulukumba.
Putrinya, Anindyah Azzahrah Rahmadi, siswi SMA Negeri 1 Bulukumba, menjadi salah satu dari 72 pelajar yang terpilih sebagai Paskibraka Bulukumba tahun ini.
Dedi mengaku bersyukur sekaligus bangga melihat putrinya berhasil melewati seluruh tahapan seleksi hingga dipercaya menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera.
“Proses pemusatan latihan benar-benar ketat. Kami juga tidak serta-merta bisa bertemu dengan putri kami. Alhamdulillah pengukuhan ini membuat kami bangga,” ujar Dedi.
Kisah serupa dirasakan Sri Kamal, ibunda Muhammad Ikbal, siswa SMAN 7 Bulukumba. Ia mengaku terharu dapat menyaksikan langsung putranya dikukuhkan sebagai anggota Paskibraka.
“Alhamdulillah, bangga campur haru bisa hadir di sini (pengukuhan). Semoga semuanya bisa berjalan lancar sampai akhir,” ungkapnya.
Sementara Wahyudin, orang tua Nabila Wahid, siswi SMAN 8 Bulukumba, juga mengaku bangga putrinya berhasil lolos menjadi anggota Paskibraka Bulukumba. Nabila sebelumnya bahkan pernah mengikuti seleksi calon Paskibraka tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
“Pokoknya bangga, senang, dan bahagia. Memang dia juga pernah seleksi calon anggota Paskibraka tingkat provinsi,” jelas Wahyudin.
Pengukuhan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Bulukumba Umy Asyiatun Khadijah, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD lingkup Pemkab Bulukumba, serta sejumlah tamu undangan.
Kini, 72 pelajar itu tinggal menunggu satu momentum penting: berdiri tegak di hadapan masyarakat Bulukumba, mengibarkan Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Di balik langkah tegap dan barisan yang akan membentuk angka 81, tersimpan harapan besar agar mereka tidak hanya sukses menjalankan tugas seremonial, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang disiplin, bertanggung jawab, nasionalis, dan siap melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa.


Komentar