Pemda Luwu

Satu Bulan Satu Buku, Luwu Menyalakan Mesin Literasi dari Bangku Sekolah

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Sabtu, 15 Agustus 2026 20:47

Satu Bulan Satu Buku, Luwu Menyalakan Mesin Literasi dari Bangku Sekolah

LUWU, Trotoar.id Di tengah derasnya arus informasi yang setiap hari memenuhi layar telepon genggam, Pemerintah Kabupaten Luwu memilih kembali menempatkan buku sebagai salah satu pintu utama menuju pengetahuan.

Melalui Dinas Pendidikan, Pemkab Luwu mendorong lahirnya Gerakan Siswa Baca 1 Buku 1 Bulan, sebuah gerakan yang diarahkan untuk membangun kebiasaan membaca di kalangan pelajar sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak dari bangku sekolah.

Program ini tidak sekadar menargetkan berapa banyak halaman yang selesai dibaca siswa. Lebih jauh, gerakan tersebut ingin mengubah kebiasaan belajar dari sekadar menerima informasi menjadi terbiasa membaca, memahami, berdiskusi, berpikir kritis, dan menghasilkan gagasan.

Setiap siswa SMP di Kabupaten Luwu didorong menyelesaikan sedikitnya satu buku dalam satu bulan. Setelah membaca, mereka tidak berhenti pada halaman terakhir.

Siswa diarahkan melakukan refleksi dan menyampaikan kembali pemahamannya melalui resensi buku, diskusi literasi, maupun kegiatan kreatif lainnya.

Dengan pola tersebut, buku tidak lagi ditempatkan sekadar sebagai koleksi di perpustakaan. Buku diharapkan menjadi bagian dari aktivitas belajar dan percakapan sehari-hari siswa.

Bupati Luwu, Patahudding, menyebut literasi sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun kualitas manusia.

Menurutnya, kemajuan daerah pada akhirnya sangat ditentukan oleh kemampuan generasi mudanya dalam memahami informasi, berpikir kritis, serta melahirkan gagasan dan inovasi.

“Membaca bukan hanya aktivitas melihat tulisan, tetapi sebuah proses membuka jendela pengetahuan dan membangun masa depan. Melalui Gerakan Siswa Baca 1 Buku 1 Bulan, kita ingin menghadirkan generasi Kabupaten Luwu yang memiliki rasa ingin tahu tinggi, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujar Patahudding.

Pesan tersebut menempatkan gerakan literasi bukan sebagai program tambahan, melainkan bagian dari investasi jangka panjang pemerintah daerah terhadap generasi penerus.

Pemkab Luwu juga berkomitmen memperkuat ekosistem yang mendukung kebiasaan membaca. Penguatan perpustakaan sekolah, pengembangan komunitas baca, serta peningkatan peran guru dan kepala sekolah menjadi bagian dari upaya agar budaya literasi tidak berhenti sebagai slogan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, A. Palanggi, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari strategi peningkatan mutu pembelajaran.

“Gerakan Siswa Baca 1 Buku 1 Bulan bukan sekadar program membaca, tetapi sebuah gerakan perubahan budaya belajar. Kami ingin setiap sekolah menjadi ruang tumbuhnya kebiasaan membaca, berdiskusi, dan menghasilkan karya dari apa yang mereka baca,” ungkapnya.

Menariknya, pelaksanaan gerakan ini juga diarahkan agar berbasis data. Dinas Pendidikan menjadikan Rapor Pendidikan sebagai salah satu rujukan untuk memetakan capaian literasi, numerasi, dan karakter peserta didik.

Dengan pendekatan tersebut, sekolah tidak sekadar menjalankan kegiatan membaca karena kewajiban program. Hasil pemetaan dapat digunakan untuk melihat aspek yang masih perlu diperkuat dan menentukan bentuk intervensi yang lebih tepat.

Dinas Pendidikan juga akan melakukan pendampingan kepada sekolah. Guru, kepala sekolah, hingga pengelola perpustakaan didorong mengambil peran sebagai penggerak agar kebiasaan membaca dapat berlangsung secara konsisten.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, Alferi Fefrika, mengatakan jenjang SMP merupakan fase penting untuk membangun kebiasaan literasi.

“Kami mendorong seluruh sekolah SMP di Kabupaten Luwu untuk menciptakan berbagai inovasi literasi. Mulai dari waktu membaca sebelum pembelajaran, pojok baca kelas, diskusi buku, hingga kegiatan literasi kreatif yang melibatkan siswa secara aktif,” jelasnya.

Di sinilah tantangan sebenarnya dimulai. Satu buku dalam satu bulan mungkin terdengar sederhana, tetapi membangun kebiasaan membaca membutuhkan konsistensi.

Anak-anak tidak cukup hanya diminta membaca; mereka membutuhkan lingkungan yang membuat membaca terasa dekat, menyenangkan, dan memiliki makna.

Karena itu, keberhasilan program tidak hanya berada di tangan sekolah. Pemerintah, guru, kepala sekolah, orang tua, dan masyarakat harus menjadi bagian dari ekosistem yang sama.

Jika kebiasaan membaca hanya berlangsung di ruang kelas, gerakan ini akan mudah berhenti ketika jam pelajaran selesai.

Namun jika buku mulai hadir dalam percakapan keluarga, komunitas, dan kehidupan sehari-hari, literasi dapat tumbuh menjadi budaya.

Pemkab Luwu kini mencoba menanam benih itu dari sekolah-sekolah. Satu siswa, satu buku, setiap bulan. Jika kebiasaan tersebut terus terjaga, jumlahnya tidak lagi sekadar satu buku.

Dalam setahun, seorang siswa bisa menyelesaikan setidaknya 12 buku. Jika gerakan tersebut berjalan konsisten di seluruh SMP di Kabupaten Luwu, akumulasi pengetahuan yang dibangun tentu jauh lebih besar.

Pada akhirnya, Gerakan Siswa Baca 1 Buku 1 Bulan bukan semata tentang mengejar jumlah buku yang dibaca, tetapi tentang membangun cara berpikir.

Sebab dari satu buku, seorang anak bisa menemukan pengetahuan baru. Dari pengetahuan lahir pertanyaan. Dari pertanyaan muncul gagasan. Dan dari gagasan, masa depan sebuah daerah bisa mulai dibentuk.

Penulis : Any

 Komentar

Berita Terbaru
Politik15 Agustus 2026 23:08
IAS Batasi Usia Pengurus Perempuan Golkar Sulsel, 80 Kader Muda Disiapkan Isi Struktur Baru
MAKASSAR, Trotoar.id — Kepemimpinan baru Partai Golkar Sulawesi Selatan di bawah komando Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mulai memperlihatkan wajah yan...
Politik15 Agustus 2026 21:11
IAS: Usman Marham dan Amirullah Nur Bersaing Jadi Bendahara Golkar Sulsel
MAKASSAR, Trotoar.id — Perebutan posisi strategis dalam struktur baru DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai mengerucut. Dua nama disebut masuk ...
Politik15 Agustus 2026 20:14
Adnan Purichta Ichsan Dikabarkan Kembali ke Demokrat, Ni’matullah: Saya Juga Dengar Demikian
MAKASSAR, Trotoar.id — Peta politik Sulawesi Selatan kembali diramaikan kabar kembalinya mantan Bupati Gowa dua periode, Adnan Purichta Ichsan Yasin...
Metro15 Agustus 2026 16:17
Munafri Ajak 1.888 Maba Teknik UNM Jadi Generasi Inovatif untuk Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Bagi 1.888 mahasiswa baru Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM), Sabtu (15/8/2026), bukan sekadar hari pertama me...