Pemkot Makassar

Jembatan Kaccia Dikebut, Munafri Target Rampung Kurang dari 100 Hari

Suriadi
Suriadi

Rabu, 19 Agustus 2026 15:44

Jembatan Kaccia Dikebut, Munafri Target Rampung Kurang dari 100 Hari

MAKASSAR, Trotoar.id Setelah puluhan tahun dalam kondisi rusak dan hanya mengandalkan akses yang terbatas, Jembatan Kaccia di Kampung Ujung Kaccia, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, akhirnya dibangun secara permanen oleh Pemerintah Kota Makassar.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meninjau langsung progres pembangunan jembatan tersebut, Rabu (19/8/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan infrastruktur yang menjadi akses vital warga itu berjalan sesuai target.

Di lokasi, Munafri melihat perkembangan pekerjaan yang saat ini telah mendekati 20 persen. Pemerintah Kota Makassar menargetkan jembatan tersebut dapat dirampungkan dalam waktu kurang dari 100 hari.

“Progresnya itu sudah mau menuju 20 persen. Artinya, itu akan selesai dalam perhitungan kurang dari 100 hari. 100 hari lah ya, jembatannya kita,” ujar Munafri.

Jembatan Kaccia memiliki panjang sekitar 20 meter dengan lebar 2,3 meter. Pembangunan dilaksanakan mulai 23 Juli hingga 19 November 2026 menggunakan APBD Pokok Tahun Anggaran 2026 melalui Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar.

Bagi warga Barombong, pembangunan tersebut bukan sekadar proyek fisik. Jembatan Kaccia menjadi akses penting yang menghubungkan kawasan permukiman dan selama ini menjadi jalur mobilitas warga untuk bersekolah, bekerja, beraktivitas ekonomi hingga mendapatkan pelayanan kesehatan.

Munafri mengatakan, kondisi jembatan lama yang telah lapuk membuat mobilitas masyarakat terganggu.

Bahkan, akses tersebut sebelumnya hanya dapat dilalui pejalan kaki dan tidak memungkinkan kendaraan melintas dengan aman.

“Apalagi ada sekolah dekat di sini, aktivitas waktu satu-satunya akses jalan. Sehingga perlu dibenahi jembatan agar bisa dilalui kendaraan, karena selama ini hanya digunakan pejalan kaki,” jelasnya.

Kondisi Jembatan Kaccia disebut telah berlangsung selama puluhan tahun tanpa perbaikan yang memadai. Kerusakan jembatan dan minimnya penerangan bahkan menjadi persoalan tersendiri bagi warga ketika beraktivitas pada malam hari.

Munafri mencontohkan anak-anak yang harus melewati akses tersebut untuk mengaji maupun menjalankan aktivitas lainnya.

“Karena yang parah itu di situ, anak-anak pergi mengaji malam, gelap, lubang-lubang, dan itu sudah puluhan tahun tidak diperbaiki,” ungkapnya.

Menurut Munafri, kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan. Pemerintah akhirnya mengambil langkah dengan membangun jembatan permanen menggunakan konstruksi beton agar akses warga lebih aman dan dapat digunakan dalam berbagai kondisi.

“Tahun sebelumnya, ini jembatan yang pernah kami datang lihat bahwa akses anak-anak pergi sekolah, aktivitas masyarakat sangat terganggu. Makanya dibuat satu jembatan yang permanen yang tidak akan terganggu dengan keadaan apa, dengan jembatan beton,” tuturnya.

Ia menegaskan, pembangunan Jembatan Kaccia merupakan bagian dari upaya Pemkot Makassar membuka akses warga yang selama ini mengalami keterbatasan mobilitas akibat kondisi infrastruktur.

“Pembangunan jembatan penghubung sangat penting untuk membuka isolasi warga yang selama ini kesulitan akses akibat jalan atau sungai yang memutus mobilitas harian,” kata Munafri.

Munafri juga memastikan pembangunan tidak berhenti pada jembatan. Pemerintah Kota Makassar akan mengevaluasi kondisi jalan yang menjadi akses menuju Jembatan Kaccia.

Menurutnya, jembatan yang sudah dibangun secara permanen tidak akan memberikan manfaat maksimal jika jalan penghubung menuju lokasi kembali mengalami kerusakan.

“Tahun ini, kita coba membuat perencanaan bagaimana juga dengan jalannya, karena jalannya sudah cepat rusak juga,” ujarnya.

Karena itu, penataan akses jalan menjadi bagian penting agar konektivitas kawasan dapat berjalan secara optimal setelah jembatan selesai dibangun.

Munafri berharap pembangunan Jembatan Kaccia mampu memberikan perubahan nyata bagi masyarakat Barombong.

Tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga membuka akses yang lebih aman bagi anak-anak menuju sekolah, aktivitas ekonomi warga, serta kebutuhan sosial lainnya.

“Kehadiran kami memastikan bahwa akses yang dimiliki oleh masyarakat itu bisa dilewati kapan saja,” tegasnya.

Pembangunan Jembatan Kaccia sekaligus menjadi penegasan bahwa infrastruktur dasar di kawasan permukiman menjadi perhatian Pemerintah Kota Makassar.

Dengan konstruksi permanen dan dukungan akses jalan yang memadai, pemerintah berharap persoalan keterisolasian warga akibat buruknya infrastruktur tidak lagi terjadi.

Kini, warga Kampung Ujung Kaccia tinggal menunggu satu hal: jembatan yang selama puluhan tahun dinanti itu benar-benar selesai dan dapat digunakan dengan aman.

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Metro19 Agustus 2026 16:26
Aliyah Mustika Ilham Dukung EIRC 2026, Ajang Roller Skate Nasional Bakal Hadirkan Ratusan Atlet Muda di Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id— Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, memberikan dukungan terhadap rencana pelaksanaan Easter Indonesia Roller Champ...
Daerah19 Agustus 2026 16:02
Pastikan Tepat Sasaran, Pemkab Barru Perkuat Akurasi Data Penerima Bantuan Beras
Barru, Trotoar.id — Di tengah upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan dan melindungi masyarakat dari tekanan ekonomi, ketepatan sasaran bantuan me...
Daerah19 Agustus 2026 15:51
Bupati Luwu Turun ke Sawah, 3.025 Hektare Lahan Terdampak Kekeringan Ditangani dengan Pompa Air
LUWU, Trotoar.id — Kekeringan mulai menguji ketahanan sektor pertanian di Kabupaten Luwu. Di tengah ancaman berkurangnya pasokan air untuk persawaha...
Nasional19 Agustus 2026 15:43
Hari Kelima Pascabencana, Pemerintah Kembali Kirim 65 Ton Logistik ke NTT atas Instruksi Presiden Prabowo
NTT — Lima hari setelah bencana melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT), pemerintah terus mempercepat distribusi bantuan bagi masyarak...