
MAKASSAR, Trotoar.id — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Salman Alfarizi Karsa, menyerap langsung aspirasi warga dalam kegiatan Pengawasan APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Kelurahan Tamamaung, Kota Makassar.
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan warga. Antusiasme masyarakat dalam mengikuti dialog menjadi perhatian tersendiri bagi Salman.
Ia mengaku terkesan dengan sambutan warga yang dinilainya cukup meriah dibandingkan kegiatan reses dan pengawasan APBD yang sebelumnya pernah diikutinya.

Salman mengatakan, tingginya partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa warga memiliki perhatian besar terhadap program dan kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi atas sambutan dan antusiasme warga, Salman memberikan bantuan berupa 50 unit kursi kepada RW 06. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang berbagai kegiatan kemasyarakatan di lingkungan warga.
“Alhamdulillah, selama saya melaksanakan reses dan pengawasan APBD, baru kali ini saya disambut dengan sangat meriah. Olehnya itu, saya memberikan bantuan 50 kursi untuk digunakan dalam kegiatan warga,” kata Salman.
Namun, di balik suasana hangat pertemuan tersebut, warga tidak hanya menyampaikan apresiasi. Sejumlah aspirasi juga disampaikan kepada legislator yang hadir, terutama terkait akses masyarakat terhadap program pendidikan yang bersumber dari APBD Provinsi Sulawesi Selatan.

Salah satu warga, Raehan, meminta Salman membantu memperjuangkan agar program beasiswa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dapat dirasakan oleh masyarakat Kelurahan Tamamaung, khususnya warga RW 06 yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan.
“Izin Pak Dewan, mohon difasilitasi agar warga Tamamaung, khususnya RW 06, dapat merasakan bantuan beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Kami tahu bantuan itu akan sangat berarti bagi warga dan adik-adik kami yang masih duduk di bangku sekolah,” ujar Raehan.
Menurut warga, persoalan biaya pendidikan masih menjadi salah satu kebutuhan yang cukup penting bagi keluarga kurang mampu.
Karena itu, keberadaan program beasiswa pemerintah dinilai dapat membantu meringankan beban orang tua sekaligus memastikan anak-anak tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.
Aspirasi tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan pengawasan APBD. Sebab, masyarakat tidak hanya ingin mengetahui bagaimana anggaran pemerintah dialokasikan, tetapi juga memastikan manfaat program benar-benar sampai kepada kelompok yang membutuhkan.
Salman pun diminta tidak berhenti pada penyerapan aspirasi, tetapi turut mengawal agar program pendidikan pemerintah provinsi dapat memiliki jangkauan yang lebih luas dan memberikan kesempatan yang adil bagi masyarakat, termasuk warga Kelurahan Tamamaung.
Kegiatan Pengawasan APBD ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan secara langsung kepada wakil rakyat.
Aspirasi mengenai beasiswa dan bantuan fasilitas warga selanjutnya diharapkan dapat menjadi bahan perjuangan Salman dalam menjalankan fungsi representasi dan pengawasan terhadap kebijakan anggaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.


Komentar