Pemda Barru

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Barru Dorong Potensi Daerah Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Rabu, 26 Agustus 2026 17:42

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Barru Dorong Potensi Daerah Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

MAKASSAR, Trotoar.id Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Barru tidak ingin ruang fiskal menjadi alasan untuk memperlambat pembangunan.

Pemkab Barru justru mendorong inovasi dengan mengoptimalkan potensi daerah agar mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Gagasan tersebut mengemuka dalam audiensi Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari bersama Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, Makassar, Rabu (26/8/2026).

Pertemuan itu membahas strategi penguatan ekonomi Barru melalui pengembangan komoditas unggulan, hilirisasi, UMKM, pariwisata, perdagangan hingga investasi.

Dalam pertemuan tersebut, Andi Ina didampingi Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan UMKM Hj. Hania, Kepala Dinas Lingkungan Hidup A. Adnan Azis, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Ahmad, serta Kepala Dinas PMPTSP S. Rifatullah Akil.

Bupati Barru memaparkan sejumlah potensi sekaligus tantangan yang dihadapi daerah, mulai dari sektor pertanian, perikanan, industri, UMKM, pariwisata hingga perdagangan.

Menurutnya, berbagai potensi tersebut perlu dikelola secara terintegrasi agar tidak berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi mampu menghasilkan nilai tambah bagi daerah dan masyarakat.

Di tengah efisiensi anggaran, pemerintah daerah dituntut tidak hanya melakukan penghematan.

Daerah juga harus mampu menciptakan sumber-sumber ekonomi baru dengan mengolah potensi sendiri melalui inovasi, hilirisasi produk dan perluasan akses pasar.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar aktivitas ekonomi tetap bergerak sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat.

Salah satu gagasan yang mendapat respons positif dari Fatmawati adalah pengembangan program ekonomi berkecukupan, termasuk optimalisasi lahan kosong untuk ditanami komoditas produktif.

Program tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menciptakan sumber pendapatan tambahan.

Fatmawati, yang didampingi Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Pembangunan Since Erna Lamba, juga mendorong Barru memiliki produk unggulan yang kuat dan mampu menjadi identitas daerah.

Sejumlah komoditas seperti kemiri, gula merah, nanas, udang dan kopi dinilai memiliki prospek untuk dikembangkan melalui pengolahan dan penguatan branding.

Gula merah, misalnya, dapat dikembangkan menjadi gula merah bubuk untuk memenuhi kebutuhan warung kopi yang selama ini sebagian pasokannya masih didatangkan dari Pulau Jawa.

Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi industri lokal Barru untuk mengambil pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas.

Potensi nanas juga didorong masuk ke pasar yang lebih luas melalui rencana kerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Dengan skema tersebut, produksi nanas Barru diharapkan dapat terserap oleh hotel, restoran dan sektor kuliner.

Di sisi lain, inovasi seperti RONA (Roti Nanas) dan KOBAR (Kopi Barru) diarahkan menjadi produk unggulan melalui peningkatan kualitas, kemasan dan branding.

Untuk memastikan pengembangan ekonomi berjalan berbasis data, Fatmawati meminta Pemkab Barru menyusun potret ekonomi daerah secara menyeluruh.

Pemetaan tersebut mencakup komoditas potensial, kapasitas produksi, pelaku usaha, industri pengolahan, pasar hingga peluang investasi.

Branding daerah juga perlu diperkuat dengan mengangkat udang dan nanas sebagai kekuatan khas Barru, sementara kawasan Garongkong diharapkan semakin dioptimalkan untuk menopang konektivitas, distribusi dan aktivitas ekonomi.

Pemprov Sulsel menyatakan siap mendukung penguatan UMKM Barru, khususnya dalam peningkatan kapasitas, inovasi produk dan perluasan akses pemasaran.

Sinergi tersebut diharapkan mampu mengubah pola pembangunan ekonomi Barru dari sekadar mengandalkan belanja pemerintah menjadi penguatan sektor produktif.

Bagi Barru, efisiensi bukan alasan untuk berhenti bergerak, melainkan momentum mengubah potensi menjadi nilai, bahan mentah menjadi produk, produk menjadi merek, dan merek menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta membuka sumber pendapatan daerah secara berkelanjutan.

Penulis : Adv

 Komentar

Berita Terbaru
Metro26 Agustus 2026 17:27
Maulid Akbar Pesisir Makassar Digelar di Paotere, Ustaz Das’ad Latif Jadi Penceramah
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar akan menggelar Maulid Akbar Pesisir Makassar 1448 Hijriah/2026 di kawasan Pelabuhan Paotere, Kecamat...
Politik26 Agustus 2026 16:29
Golkar Sulsel Tunjuk Andi Patarai Amir sebagai Plt Ketua DPD II Golkar Maros
MAROS, Trotoar.id — Partai Golkar Sulawesi Selatan menunjuk Andi Patarai Amir sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Mar...
Nasional26 Agustus 2026 14:59
Sulsel Jadi Rujukan Nasional Manajemen Talenta, Kepala BKN Puji Komitmen Andi Sudirman
MAKASSAR, Trotoar.id — Sulawesi Selatan mulai menjadi rujukan daerah lain dalam penerapan manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN). Kepala Bada...
Metro26 Agustus 2026 13:21
Makassar Masuk 10 Kota Hub GSIH 2026, Appi Dorong Ekosistem Digital Lewat MCH
TANGERANG, Trotoar id — Kota Makassar masuk dalam jajaran 10 kota yang dipilih sebagai hub Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) Global Hub 2026. Keiku...