Pemda Sidrap

Tak Punya Latar Belakang Kuliner, Halim Bangun Kapurung Al Fazza dan Buka Lapangan Kerja di Sidrap

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Sabtu, 29 Agustus 2026 14:20

Tak Punya Latar Belakang Kuliner, Halim Bangun Kapurung Al Fazza dan Buka Lapangan Kerja di Sidrap

SIDRAP, Trotoar.idTrotoar.id Tidak memiliki pengalaman memasak maupun latar belakang bisnis bukan alasan bagi Halim untuk mengurungkan niat menjadi pengusaha.

Berawal dari keinginan sederhana untuk kembali dekat dengan keluarga, ia justru berhasil membangun Kapurung Al Fazza, usaha kuliner khas Nusantara yang kini berkembang dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Sebelum terjun ke dunia usaha, Halim bekerja sebagai karyawan pada perusahaan ekspedisi lintas negara. Pekerjaan tersebut membuatnya harus hidup jauh dari keluarga, sementara kesempatan untuk pulang hanya sekitar sekali dalam setahun.

Kondisi itu kemudian mendorong Halim mengambil keputusan besar. Pada akhir 2019, ia memilih meninggalkan pekerjaan dan mencoba membangun usaha sendiri, meski harus memulai dari nol.

“Saya memulai usaha ini karena ingin lebih dekat dengan keluarga. Saat itu saya belum punya dasar memasak dan belum memahami bisnis, sehingga banyak belajar dari proses perjalanan usaha ini,” ujar Halim, Jumat (28/8/2026).

Dengan modal terbatas, Halim memilih kapurung, makanan khas Palopo, sebagai produk utama. Pilihan tersebut bukan tanpa alasan.

Ia melihat kapurung memiliki potensi untuk diperkenalkan lebih luas di Sidrap sekaligus menjadi alternatif kuliner berbahan dasar sagu.

Selain memperkenalkan kuliner khas Nusantara, Halim juga melihat kapurung dari sisi pola konsumsi masyarakat.

Ia menilai makanan berbahan dasar sagu tersebut dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin mengatur pola makan dan mencari alternatif makanan selain nasi.

Namun, membawa kuliner khas Palopo ke tengah masyarakat Sidrap bukan perkara mudah.

Kapurung belum menjadi makanan utama yang akrab bagi sebagian masyarakat setempat sehingga Halim harus mencari formula agar produknya dapat diterima tanpa menghilangkan karakter asli makanan tersebut.

Berbagai riset dan penyesuaian pun dilakukan. Dari proses tersebut, Kapurung Al Fazza kemudian menghadirkan inovasi kapurung kuah kuning, yang menjadi salah satu ciri khas usahanya.

“Kami mempelajari selera masyarakat Sidrap hingga akhirnya menghadirkan kapurung kuah kuning pertama di Sidrap dengan rasa yang tetap autentik,” katanya.

Perjalanan membangun usaha juga membuat Halim terus belajar mengenai pengelolaan bisnis.

Ia memperluas jaringan dengan bergabung dalam komunitas pengusaha, salah satunya Tangan Di Atas (TDA) Sidrap, sebagai ruang bertukar pengalaman dan memperkuat pengetahuan bersama pelaku UMKM lainnya.

Dari usaha yang awalnya dirintis dengan keterbatasan, Kapurung Al Fazza kini berkembang menjadi salah satu usaha yang memberikan dampak ekonomi.

Berlokasi di Jalan Wolter Monginsidi, depan RSUD Nene Mallomo Pangkajene, Sidrap, usaha tersebut telah mempekerjakan 10 tenaga kerja.

Para pekerja itu terdiri atas delapan warga Sidrap, satu orang dari Pinrang, dan satu orang dari Pangkep.

Sebagian di antaranya merupakan ibu-ibu dan perempuan dengan latar belakang berbeda yang kini memperoleh kesempatan bekerja melalui usaha tersebut.

Bagi Halim, perkembangan usaha tidak semata-mata diukur dari omzet maupun keuntungan. Ada tanggung jawab sosial yang ingin ia bangun dengan menjadikan usaha sebagai ruang tumbuh bagi orang lain.

“Alhamdulillah, usaha ini bisa membantu perekonomian keluarga sekaligus membuka kesempatan bagi orang-orang yang membersamai Kapurung Al Fazza,” tuturnya.

Komitmen terhadap ekonomi lokal juga diterapkan dalam pemenuhan bahan baku. Halim berupaya menggunakan bahan dari petani dan peternak di Sidrap yang telah memiliki sertifikat halal.

Namun, untuk bahan utama berupa sagu, Kapurung Al Fazza masih mendatangkannya langsung dari Palopo. Pasalnya, bahan baku sagu yang dibutuhkan belum tersedia secara memadai di Sidrap.

Pola tersebut membuat bisnis yang dijalankan Halim tidak hanya menjadi aktivitas produksi dan penjualan makanan. Di dalamnya terdapat mata rantai ekonomi yang melibatkan petani, peternak, pekerja, pelaku usaha, hingga konsumen.

Ke depan, Halim ingin mengembangkan Kapurung Al Fazza dengan sistem usaha yang lebih tertata. Targetnya bukan hanya memperbesar skala bisnis, tetapi juga menciptakan semakin banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Ia berharap ekosistem UMKM di Sidrap terus tumbuh melalui kolaborasi antara pelaku usaha, komunitas, dan pemerintah daerah. Menurutnya, pelaku UMKM tidak boleh berjalan sendiri jika ingin berkembang lebih besar.

Kepada generasi muda Sidrap yang ingin memulai usaha, Halim berpesan agar tidak takut memulai dari kecil. Menurutnya, keterbatasan pengalaman bukan alasan untuk berhenti mencoba selama ada kemauan untuk terus belajar.

“Kepada anak muda Sidrap, jangan takut bermimpi dan punya cita-cita besar. Yang penting jangan berhenti belajar, karena apa yang kita pelajari hari ini adalah wujud masa depan,” pesannya.

Perjalanan Halim menunjukkan bahwa sebuah usaha tidak selalu lahir dari mereka yang sejak awal memiliki keahlian di bidangnya.

Terkadang, usaha justru tumbuh dari keberanian meninggalkan zona nyaman, kemauan belajar, dan keinginan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

Dari seorang pekerja ekspedisi yang hanya bisa bertemu keluarga setahun sekali, Halim kini menemukan jalan baru melalui usaha kuliner.

Kapurung Al Fazza bukan hanya tentang seporsi makanan khas Palopo, tetapi juga tentang keberanian memulai, ketekunan bertumbuh, dan kesempatan kerja yang lahir dari sebuah usaha kecil.

“Berbisnis atau berniaga adalah sunnah Rasul, tetapi bukan tujuan hidup kita. Itu adalah jalan untuk mengubah hidup kita, sedangkan tujuan hidup kita adalah menggapai rida Allah,” tutupnya.

Penulis : Nono

 Komentar

Berita Terbaru
Metro29 Agustus 2026 15:16
BBNKB dan PBBKB Tak Naik, Prof Marsuki: Pilihan Rasional Jaga Daya Beli Masyarakat
MAKASSAR — Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mempertahankan tarif Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan Pajak Bahan...
Metro29 Agustus 2026 12:23
Gubernur Andi Sudirman Kick Off Piala Gubernur Sulsel 2026, Rp500 Juta Diperebutkan
PAREPARE, Trotoar.id — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman resmi membuka Piala Gubernur Sulsel 2026 di Stadion Gelora B.J. Habibie, Kot...
Daerah28 Agustus 2026 22:23
KleponHolic dan Cerita UMKM yang Saling Menguatkan di Sidrap
SIDRAP, Trotoar.id — Sebuah produk kuliner tak pernah benar-benar lahir dari satu tangan. Di balik seporsi kue yang sampai ke meja pelanggan, ada pe...
Politik28 Agustus 2026 19:18
NasDem Sulsel Konsolidasi 257 Kader, Siapkan Strategi Hadapi Tahapan Pemilu 2027
MAKASSAR, Trotoar.id — Partai NasDem Sulawesi Selatan mulai memanaskan mesin politik menghadapi tahapan Pemilu yang dijadwalkan bergulir mulai awal ...