
MAKASSAR, Trotoar.id — Kontingen Pengurus Daerah (Pengda) Karate-Do Gojukai Indonesia Sulawesi Selatan tampil sebagai juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate-Do Gojukai Indonesia Piala Jaksa Agung RI ke-III Tahun 2026.
Sulsel keluar sebagai yang terbaik setelah mengoleksi 114 medali, terdiri atas 44 emas, 30 perak, dan 40 perunggu.
Raihan tersebut mengantarkan Sulsel ke posisi teratas dari 33 kontingen Pengda yang ambil bagian dalam kejuaraan nasional tersebut.

Sulsel bahkan unggul jauh dari DKI Jakarta yang harus puas berada di posisi kedua dengan 12 emas, 16 perak, dan 40 perunggu. Posisi ketiga ditempati Sumatera Selatan dengan 11 emas, 9 perak, dan 14 perunggu.
Prestasi tersebut mendapat sambutan langsung dari jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Kejaksaan Tinggi Sulsel. Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Jufri Rahman, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel Muhammad Syarifuddin, dan Wakil Kepala Kejati Sulsel Prihatin menyambut kepulangan kontingen Sulsel di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Selasa (1/9/2026) malam.
Sekda Sulsel turut didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel Suherman.
Wakil Kepala Kejati Sulsel Prihatin mengungkapkan, Sulsel mengirimkan 101 atlet untuk berlaga pada Kejurnas Karate-Do Gojukai tahun ini.

Dari jumlah tersebut, kontingen Sulsel mampu mengumpulkan 44 emas, 30 perak, dan 40 perunggu.
“Kontingen Sulawesi Selatan membawa 101 atlet dan berhasil meraih juara umum dengan perolehan 44 medali emas, 30 medali perak, dan 40 medali perunggu,” ujar Prihatin.
Menurutnya, raihan tersebut diperoleh melalui persaingan ketat sejak awal pertandingan.
Pada hari pertama, kontingen Sulsel telah mengamankan 23 medali emas. Jumlah tersebut kemudian bertambah menjadi 44 emas pada hari kedua.
“Prestasi anak-anak ini sangat membanggakan. Kita bangga karena utusan Sulawesi Selatan berhasil meraih juara umum,” katanya.
Sekda Sulsel Jufri Rahman mengapresiasi perjuangan atlet dan tim pelatih yang berhasil membawa nama Sulsel menjadi yang terbaik di tingkat nasional.
Menurutnya, keberhasilan mengungguli kontingen DKI Jakarta menjadi capaian yang patut dibanggakan.
“Ini capaian yang luar biasa. Sulawesi Selatan bahkan berhasil berada di atas DKI Jakarta,” kata Jufri.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pelatih yang telah mempersiapkan para atlet, termasuk pelatih yang berasal dari Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel.
Jufri berharap prestasi tersebut tidak berhenti pada satu kejuaraan. Para atlet diminta menjadikan capaian tersebut sebagai modal untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mempertahankan prestasi pada kompetisi berikutnya.
Pelatih kontingen Sulsel, Prof. Dr. Musakkir, mengatakan gelar juara umum merupakan buah dari proses pembinaan dan persiapan panjang.
Menurutnya, program latihan telah dilakukan jauh sebelum pelaksanaan kejurnas. Bahkan, persiapan atlet sudah dimulai sebelum Ramadan.
“Hasil ini tidak membohongi usaha. Kami sudah mempersiapkan atlet sebelum bulan puasa dengan latihan setiap hari,” ujar Musakkir.
Menjelang pelaksanaan kejurnas, intensitas latihan kemudian ditingkatkan menjadi dua kali sehari, yakni pagi dan sore.
“Hasil ini tidak lepas dari kesiapan dan konsistensi latihan,” katanya.
Kejurnas Karate-Do Gojukai Indonesia Piala Jaksa Agung RI ke-III Tahun 2026 sebelumnya dibuka secara resmi oleh Jaksa Agung RI Prof. Dr. ST Burhanuddin, SH, MH, di Gelanggang Olahraga Ciracas, Jakarta Timur, pada 25 Agustus 2026.
Kejuaraan berlangsung pada 25-27 Agustus 2026 dan diikuti kontingen dari berbagai Pengda Karate-Do Gojukai Indonesia di seluruh Indonesia.
Keberhasilan Sulsel mengamankan 44 medali emas sekaligus merebut posisi juara umum menambah catatan prestasi olahraga daerah di tingkat nasional.
Capaian tersebut juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan karate di Sulawesi Selatan dan mendorong lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing pada level nasional maupun lebih tinggi.


Komentar