Pemda Sidrap

Syaharuddin Kupas Persoalan Petani Batu, Dorong Perkebunan Jadi Sumber Ekonomi Berkelanjutan

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Jumat, 25 September 2026 21:18

Syaharuddin Kupas Persoalan Petani Batu, Dorong Perkebunan Jadi Sumber Ekonomi Berkelanjutan

SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif membuka ruang dialog langsung dengan kelompok tani dan masyarakat Kelurahan Batu, Kecamatan Pitu Riase, untuk membedah berbagai persoalan pertanian sekaligus menggali potensi perkebunan sebagai sumber ekonomi masyarakat.

Pertemuan berlangsung di Kantor Kecamatan Pitu Riase, Jumat malam (25/9/2026).

Para petani mendapat kesempatan menyampaikan langsung kendala dan kebutuhan yang mereka hadapi, khususnya dalam pelaksanaan musim tanam tahun ini.

Syaharuddin mengatakan, persoalan yang muncul di lapangan perlu diketahui secara langsung agar pemerintah tidak keliru menentukan kebijakan maupun program untuk sektor pertanian.

“Silakan disampaikan apa yang menjadi kendala di lapangan. Semua persoalan yang dihadapi petani harus kita ketahui bersama, sehingga bisa menjadi bahan evaluasi untuk musim tanam berikutnya,” ujar Syaharuddin.

Menurutnya, evaluasi musim tanam tidak cukup hanya dilakukan di tingkat perangkat daerah. Kondisi yang dialami petani di lapangan harus menjadi salah satu bahan utama dalam menentukan langkah perbaikan.

Syaharuddin juga menekankan pentingnya kekompakan antara petani, penyuluh, pemerintah kecamatan dan kelurahan, hingga organisasi perangkat daerah terkait.

“Semua harus bekerja kompak. Kalau kita bersama-sama, persoalan yang ada di lapangan bisa kita carikan solusinya,” tegasnya.

Tak hanya tanaman pangan, Syaharuddin turut mendorong pengembangan sektor perkebunan di Kelurahan Batu. Ia meminta potensi perkebunan dikelola secara konsisten agar tidak berhenti pada aktivitas tanam, tetapi berkembang menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan.

“Perkebunan juga harus kita dorong. Jangan hanya menanam, tetapi harus konsisten dalam mengelolanya. Pemerintah akan melihat apa yang menjadi kebutuhan masyarakat sehingga sektor ini bisa terus berkembang,” jelasnya.

Menurut Syaharuddin, pengembangan perkebunan membutuhkan perencanaan dan pengelolaan berkelanjutan. Dengan pola tersebut, hasil perkebunan diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Ia mengatakan pertemuan khusus bersama masyarakat Kelurahan Batu merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.

“Rapat ini khusus untuk Kelurahan Batu, dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kita ingin mendorong pertanian, perkebunan, serta tumbuhnya pendapatan masyarakat,” ungkapnya.

Syaharuddin berharap komunikasi antara masyarakat dan pemerintah dapat terus berjalan secara intensif. Aspirasi yang muncul dari pertemuan tersebut akan menjadi bahan bagi perangkat daerah untuk melihat kebutuhan serta potensi yang dapat dikembangkan.

Ia menegaskan sektor pertanian dan perkebunan memiliki posisi penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, sehingga pengembangannya membutuhkan sinergi lintas sektor dan pendampingan yang berkelanjutan.

Pertemuan berlangsung terbuka dan penuh keakraban. Para petani menyampaikan berbagai kondisi yang mereka hadapi, sementara jajaran perangkat daerah terkait mencermati kebutuhan tersebut untuk menjadi bahan tindak lanjut.

Turut hadir Kepala Badan Pendapatan Daerah Muhammad Rohady Ramadhan, Camat Pitu Riase Andi Mukti Ali, Kabid Perkebunan dan Hortikultura Dinas TPHPKP Gasali Tayyib, Kabid Tanaman Pangan Dinas TPHPKP Arif Gunawan Sukardi, Kabid Sarana dan Prasarana Dinas TPHPKP Anju Saleh, Kapolsek, Danramil, para penyuluh pertanian lapangan (PPL), Ketua KTNA Pitu Riase, serta sejumlah undangan lainnya.

Penulis : Akabar

 Komentar