Pemprov Sulsel

Tinjau MBG dan Tablet Tambah Darah, Fatmawati Tekankan Cegah Stunting dari Hulu

Suriadi
Suriadi

Jumat, 25 September 2026 16:47

Tinjau MBG dan Tablet Tambah Darah, Fatmawati Tekankan Cegah Stunting dari Hulu

TORAJA UTARA, TROTOAR.ID — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi menekankan pentingnya memperkuat pencegahan stunting sejak usia sekolah.

Pesan itu disampaikan saat meninjau Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 2 Rantepao dan pemberian tablet tambah darah bagi siswi SMP Negeri 1 Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Jumat (25/9/2026).

Menurut Fatmawati, penanganan stunting tidak cukup dilakukan ketika masalah gizi sudah muncul. Intervensi harus dimulai dari hulu, termasuk memastikan kesehatan remaja putri yang kelak menjadi calon ibu.

“Kalau penanganan stunting per hari ini banyak tindakan yang kita lakukan hanya berfokus pada kuratifnya saja, tapi kita lupa preventifnya. Sementara kalau kita urut dari hulu ke hilir, itu hal krusial dan satu mata rantai yang tidak boleh putus,” kata Fatmawati.

Di SD Negeri 2 Rantepao, Fatmawati meninjau langsung pelaksanaan MBG sekaligus menyerahkan bantuan susu kepada para siswa.

Ia juga menyerahkan tempat sampah untuk mendukung edukasi pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Menurutnya, sekolah menjadi ruang penting untuk membentuk kebiasaan anak, baik dalam menjaga kesehatan maupun lingkungan.

“Kalau dimulai dari lingkungan sekolah, anak-anak kita sejak dini tahu untuk memilah sampah. Ketika kembali ke rumah, mereka juga bisa menerapkannya di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Fatmawati berharap kebiasaan memilah dan mengelola sampah dapat dilakukan secara konsisten dengan dukungan fasilitas dan edukasi dari sekolah. Ia juga mendorong gerakan tersebut berkembang hingga mendukung terwujudnya sekolah yang berwawasan lingkungan.

Menurutnya, pengelolaan sampah juga memiliki nilai ekonomi jika dilakukan dengan baik. Karena itu, edukasi lingkungan di sekolah dapat sekaligus mengenalkan konsep ekonomi sirkular dan keberlanjutan kepada peserta didik.

“Bukan hanya lingkungan bersih, tetapi tentunya lingkungan yang sehat dan masa depan anak cucu kita tetap berkelanjutan. Itu harapan kita,” katanya.

Setelah dari SD Negeri 2 Rantepao, Fatmawati melanjutkan kunjungan ke SMP Negeri 1 Rantepao. Di sekolah tersebut, ia menyaksikan pemberian tablet tambah darah kepada para siswi.

Fatmawati menilai program tersebut merupakan bagian penting dalam mata rantai pencegahan stunting. Menurutnya, kesehatan remaja putri perlu dipersiapkan jauh sebelum memasuki fase pernikahan dan kehamilan.

“Mulai dari calon ibu, calon orang tua, khususnya anak-anak gadis kita, kita harus bekali. Kita harus memastikan bahwa dia sehat lahir dan batin,” ujarnya.

Fatmawati juga mengingatkan pentingnya memastikan tablet tambah darah benar-benar dikonsumsi sesuai prosedur. Ia meminta sekolah melakukan pendampingan agar program nasional tersebut tidak berhenti pada pemberian tablet, tetapi memberikan manfaat sebagaimana yang diharapkan.

“Bagaimana memastikan bahwa pil penambah darah ini masuk benar-benar ke mulut anak kita dan ditelan dengan baik-baik dan bisa berfungsi dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Karena ini sudah menjadi program nasional, jadi kita tinggal mengawal,” katanya.

Selain persoalan gizi dan kesehatan, Fatmawati mengingatkan sekolah dan orang tua terhadap tantangan yang dihadapi anak di era digital. Ia meminta penggunaan gawai tetap mendapat pendampingan dan screen time diterapkan secara proporsional.

“Era digitalisasi ini ibarat dua sisi mata uang. Kalau kita mempergunakan secara bijak, tentu dengan mudah kita akan mengakses segala macam informasi yang up-to-date dan memberikan kemudahan. Tapi di sisi lain, ini juga bisa berdampak negatif kalau kita tidak bijak,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya perlindungan anak di lingkungan pendidikan, termasuk memastikan mekanisme penjemputan siswa berjalan dengan baik sehingga aspek keamanan peserta didik tetap terjaga.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Toraja Utara Irmawati Patandung mengapresiasi kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran Wakil Gubernur Sulsel menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat program kesehatan, pendidikan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kunjungan Fatmawati di dua sekolah tersebut sekaligus mempertemukan sejumlah agenda yang berkaitan langsung dengan tumbuh kembang anak, mulai dari pemenuhan gizi melalui MBG, kesehatan remaja putri, pencegahan stunting, pengelolaan sampah, hingga perlindungan anak.

Pemerintah provinsi dan kabupaten mendorong agar edukasi serta pendampingan di satuan pendidikan terus diperkuat, sehingga intervensi terhadap kesehatan dan kualitas generasi muda dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Penulis : Awal

 Komentar