Pemprov Sulsel

40 Tahun Mengabdi, Jufri Rahman Masuki Masa Purnabakti

Awal Febri
Awal Febri

Kamis, 01 Oktober 2026 10:44

40 Tahun Mengabdi, Jufri Rahman Masuki Masa Purnabakti

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Empat dekade bukan waktu yang singkat untuk mengabdi sebagai aparatur sipil negara. Perjalanan panjang itu dilalui Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman yang akan memasuki masa purnabakti pada 1 Oktober 2026.

Selama sekitar 40 tahun, Jufri mengabdikan diri di pemerintahan, mulai dari lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan hingga penugasan di tingkat nasional.

Jejak panjang tersebut membuatnya dikenal sebagai salah satu pamong senior dengan pengalaman lintas jabatan dan pemerintahan.

Menjelang masa purnabaktinya, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sulsel menyampaikan apresiasi atas dedikasi, pengalaman, serta keteladanan Jufri selama menjalankan tugas pemerintahan.

Jufri memulai karier sebagai ASN pada 1986 dengan pangkat golongan II/a. Kariernya terus berkembang hingga mencapai pangkat Pembina Utama golongan IV/e pada 2020.

Di lingkungan Pemprov Sulsel, ia mengawali sejumlah tugas struktural, di antaranya sebagai Penjabat Sementara Kepala Subbagian Tata Usaha Pimpinan, Penjabat Kepala Bagian Protokol, Kepala Subbagian Pengaturan Acara, hingga Kepala Bagian Protokol.

Kariernya kemudian berlanjut pada sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama. Ia pernah dipercaya sebagai Kepala Biro Dekonsentrasi, Kepala Biro Humas dan Protokol,

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan, serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.

Jufri juga pernah dipercaya sebagai Staf Ahli Gubernur Sulsel Bidang Kesejahteraan Rakyat.

Pengalamannya di pemerintahan daerah semakin lengkap setelah ia ditugaskan sebagai Penjabat Bupati Tana Toraja pada 2015 dan Penjabat Bupati Sinjai pada 2018.

Tidak hanya di daerah, pengabdiannya juga membawanya ke pemerintahan pusat. Jufri pernah dipercaya sebagai Staf Ahli Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah serta Pelaksana Tugas Deputi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan.

Atas pengabdiannya sebagai ASN, Jufri Rahman menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya X, XX, dan XXX Tahun.

Bagi jajaran OPD Pemprov Sulsel, perjalanan panjang tersebut tidak hanya meninggalkan catatan jabatan, tetapi juga pengalaman dan keteladanan yang dirasakan langsung dalam keseharian pemerintahan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sulsel Jayadi Nas menyebut Jufri sebagai sosok pemimpin berpengalaman yang selama ini menjadi tempat bertukar pikiran bagi jajaran di bawahnya.

“Bagi saya pribadi, Pak Sekda adalah guru, pemimpin, dan sahabat yang baik. Sebagai sosok pamong senior, beliau memegang prinsip tidak ada masalah tanpa solusi,” kata Jayadi.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Sulsel Andi Winarno Eka Putra menilai kontribusi Jufri selama menjalankan tugas pemerintahan menjadi warisan berharga bagi aparatur daerah.

“Segala kontribusi dan pengabdian yang telah diberikan bagi kemajuan daerah merupakan warisan yang berharga serta inspirasi bagi kami semua,” kata Andi.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sulsel Kasman. Ia menyebut Jufri tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga menunjukkan teladan dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Bagi kami, Bapak adalah sosok yang tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga memberikan teladan tentang integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, dan komitmen dalam menjalankan pemerintahan,” ujar Kasman.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Sulsel Muhammad Jufri menyoroti kemampuan intelektual dan interpersonal Jufri Rahman selama menjalankan tugas.

“Bapak Jufri keren, luar biasa dalam hal intelektualitas, luar biasa dalam hal pengelolaan emosi, dan juga menunjukkan kepribadian yang sangat santun,” ujarnya.

Selama bertugas di Pemprov Sulsel, Jufri terlibat dalam berbagai program pemerintahan sekaligus pembinaan aparatur dan perangkat daerah. Pengalaman tersebut melengkapi perjalanan panjangnya sebagai ASN selama lebih dari empat dekade.

Kini, setelah 40 tahun mengabdi, Jufri Rahman memasuki babak baru di luar rutinitas birokrasi. Namun bagi jajaran Pemprov Sulsel, jejak pengabdian, integritas, etika kerja, serta pengalaman yang ditinggalkannya diharapkan tetap menjadi pelajaran bagi generasi aparatur berikutnya.

Purnabakti bukan sekadar akhir dari sebuah jabatan. Bagi Jufri Rahman, 40 tahun pengabdian menjadi catatan panjang perjalanan seorang pamong yang telah melewati berbagai fase pemerintahan, dari birokrasi daerah hingga pemerintahan pusat. (*)

Penulis : Awal

 Komentar