Pemprov Sulsel

Sulsel Tempati Peringkat IV PPD 2026, Perencanaan Berbasis Data Jadi Fokus

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Kamis, 01 Oktober 2026 18:29

Sulsel Tempati Peringkat IV PPD 2026, Perencanaan Berbasis Data Jadi Fokus

JAKARTA, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menempati peringkat IV kategori provinsi dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Penyerahan PPD dan Knowledge Sharing Pembangunan Daerah 2026 di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Penghargaan diterima Pelaksana Tugas Kepala Bappelitbangda Sulsel Irawan Dermayasamin Ibrahim yang mewakili Gubernur Sulawesi Selatan.

Pada kategori provinsi, Sulsel berada di bawah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah. Sementara Sumatera Selatan menempati posisi kelima.

PPD 2026 memberikan apresiasi terhadap kualitas perencanaan, kinerja pelaksanaan pembangunan, serta inovasi yang dikembangkan pemerintah daerah.

Irawan mengatakan capaian tersebut menjadi dorongan bagi Pemprov Sulsel untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan.

“Capaian ini menjadi dorongan bagi Sulawesi Selatan untuk terus memperkuat perencanaan pembangunan yang berbasis data, terintegrasi, dan berorientasi pada hasil,” kata Irawan.

Dalam tahapan penilaian PPD 2026, Pemprov Sulsel memaparkan sejumlah program prioritas daerah. Salah satunya Smart School yang dikembangkan Dinas Pendidikan Sulsel dengan konsep “Satu Standar, Satu Guru, Satu Sulsel”.

Program tersebut menerapkan pembelajaran hybrid berbasis digital sebagai salah satu upaya memperluas akses pembelajaran sekaligus mendukung pemerataan mutu pendidikan antardaerah.

Smart School menjadi salah satu inovasi yang dipaparkan Pemprov Sulsel dalam rangkaian tahapan penilaian PPD 2026.

Selain sektor pendidikan, Pemprov Sulsel juga memaparkan pembangunan infrastruktur melalui skema Multi Years Project (MYP).

Program tahun jamak tersebut mencakup pembangunan dan penanganan jalan, jaringan irigasi serta pembangunan dan peningkatan fasilitas rumah sakit.

Skema MYP diarahkan untuk memfokuskan pembiayaan pada sejumlah program prioritas, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah, mendukung aktivitas ekonomi dan meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan publik.

Pemprov Sulsel sebelumnya menyebut MYP 2025–2027 mencakup penanganan sekitar 1.000 kilometer jalan provinsi, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi yang mendukung sektor pertanian, serta pembangunan rumah sakit regional.

PPD 2026 mengusung tema “Perencanaan dan Kinerja Pelaksanaan Prioritas Nasional di Daerah”. Penghargaan tersebut menjadi salah satu instrumen evaluasi pembangunan daerah sekaligus mendorong penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Irawan mengatakan hasil penilaian PPD 2026 akan menjadi bahan evaluasi bagi Pemprov Sulsel untuk menjaga konsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi antara prioritas pembangunan daerah dan nasional sehingga perencanaan yang disusun dapat diterjemahkan ke dalam program yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Penyerahan PPD 2026 dihadiri Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dan Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk.

Penghargaan PPD 2026 diberikan kepada pemerintah daerah dalam tiga kategori, yakni provinsi, kabupaten dan kota.

Turut mendampingi Plt Kepala Bappelitbangda Sulsel dalam kegiatan tersebut Sekretaris Bappelitbangda Reza Eggy Pandevi, Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Inyo, Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah (PPEPD) Yanuar Fahd, serta jajaran Bappelitbangda Sulsel. (*)

Penulis : Lutfi

 Komentar