
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan diwujudkan melalui sikap serta tindakan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Andi Sudirman saat menjadi pembina upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Upacara Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, Hari Kesaktian Pancasila tidak semata-mata menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah bangsa.
Peringatan tersebut harus menjadi pengingat untuk meneguhkan kembali komitmen dalam mempertahankan sekaligus mengamalkan Pancasila sebagai ideologi negara.
“Melalui momentum Hari Kesaktian Pancasila ini, saya mengajak seluruh jajaran aparatur sipil negara di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, serta seluruh elemen masyarakat, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup,” ujar Andi Sudirman.
Ia menegaskan, Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol kenegaraan maupun sekadar materi yang dihafalkan.
Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus tercermin dalam perilaku, kebijakan pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat.

Andi Sudirman juga menekankan pentingnya memperkuat kembali nilai persatuan dan kesatuan bangsa.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk menjaga kehidupan masyarakat agar tetap damai serta memperkuat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kita sebagai pemerintah daerah wajib untuk menggalakkan kembali nilai persatuan dan kesatuan bangsa. Bagaimana kemudian kita menciptakan kedamaian, bagaimana kita pemerintah menegakkan asas-asas yang terkandung dalam sila Pancasila, Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan,” jelasnya.
Ia berharap nilai-nilai Pancasila dapat menjadi landasan dalam penyelenggaraan pemerintahan sekaligus membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, adil dan berkeadaban.
Bagi ASN, pengamalan Pancasila dapat tercermin melalui pelaksanaan tugas yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, menjaga integritas, memberikan pelayanan secara adil serta menghormati keberagaman.
Sementara bagi masyarakat, nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menjaga persatuan dan menyelesaikan berbagai persoalan dengan semangat kebersamaan.
Andi Sudirman menilai persatuan dan kesatuan merupakan salah satu kekuatan penting bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan.
Karena itu, peringatan Hari Kesaktian Pancasila diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi momentum memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila.
“Karena itu, Pancasila harus menjadi ideologi yang hidup. Nilai-nilainya harus kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari, dalam pemerintahan maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya. (*)



Komentar