Pemkot Makassar

Appi: Kepala Sekolah Harus Jadi Lokomotif Perubahan Pendidikan

Suriadi
Suriadi

Rabu, 07 Oktober 2026 19:33

Appi: Kepala Sekolah Harus Jadi Lokomotif Perubahan Pendidikan

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mendorong kepala sekolah tidak sekadar menjadi pengelola satuan pendidikan, tetapi tampil sebagai lokomotif perubahan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Makassar.

Menurut Munafri, tantangan pendidikan terus berubah seiring perkembangan teknologi dan perubahan karakter peserta didik.

Karena itu, kepala sekolah bersama para guru dituntut terus memperbarui kapasitas dan membuka diri terhadap berbagai perkembangan.

Pesan tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Rembuk Pendidikan Jilid I yang digelar Badan Koordinasi HMI Sulsel di Ballroom Teater Phinisi Universitas Negeri Makassar (UNM), Rabu (7/10/2026).

Forum tersebut dihadiri kepala sekolah SD dan SMP se-Kota Makassar. Di hadapan para kepala sekolah, Munafri menegaskan bahwa pembangunan pendidikan tidak boleh berhenti pada persoalan infrastruktur.

“Kalau kita bicara pendidikan, kita tidak hanya bicara tentang infrastruktur pendidikan, tapi kita menginginkan apa yang output yang didapatkan dari kualitas pendidikan yang ada,” kata Munafri.

Ia menilai kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan hasil pendidikan.

Sekolah membutuhkan kepala sekolah dan guru yang mampu membaca perubahan serta menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik.

Karena itu, Munafri meminta para kepala sekolah tidak berhenti meningkatkan kapasitas setelah menduduki jabatan struktural di sekolah. Mereka justru harus menjadi pihak yang paling aktif membuka akses terhadap pengetahuan dan inovasi baru.

Perkembangan teknologi menjadi salah satu tantangan yang tidak bisa dihindari. Demikian pula karakter peserta didik yang terus mengalami perubahan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Adaptasi menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan. Kepala sekolah harus mampu membuka diri dan mendorong para gurunya untuk terus belajar,” kata Munafri.

Ia juga meminta Dinas Pendidikan Kota Makassar memastikan setiap informasi mengenai program pendidikan dan pelatihan dapat tersampaikan hingga ke sekolah.

Peluang peningkatan kompetensi, baik yang disiapkan pemerintah pusat maupun lembaga pendidikan di dalam dan luar negeri, menurutnya harus dimanfaatkan secara optimal.

Dengan akses tersebut, kepala sekolah dan guru tidak hanya memperoleh tambahan wawasan, tetapi juga dapat membawa praktik dan pengetahuan baru untuk diterapkan sesuai kebutuhan sekolah masing-masing.

Di sisi lain, Munafri menekankan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan kemampuan akademik. Keteladanan kepala sekolah dan guru juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik.

Menurutnya, nilai-nilai karakter tidak cukup diajarkan melalui materi di dalam kelas. Sikap, kedisiplinan, cara berkomunikasi, serta perilaku guru dalam keseharian justru menjadi contoh langsung yang dilihat dan ditiru oleh peserta didik.

Pemerintah Kota Makassar, kata Munafri, akan terus mendorong pengembangan sektor pendidikan melalui berbagai program yang akan dirumuskan bersama Dinas Pendidikan. Namun, pemerintah tidak ingin membangun kebijakan secara sepihak.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, pemerintah akan menjadi simpul dari elemen pendidikan yang melibatkan seluruh stakeholder yang ada di dalamnya, membuat ini menjadi padu untuk melangkah dan maju secara bersama-sama,” ujarnya.

Karena itu, Rembuk Pendidikan Jilid I diharapkan menjadi ruang mempertemukan pemerintah, sekolah, akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk merumuskan langkah bersama.

Bagi Munafri, tantangan pendidikan Makassar ke depan bukan hanya bagaimana menyediakan sekolah dan fasilitas yang memadai, tetapi bagaimana memastikan setiap sekolah memiliki SDM yang siap berubah, mampu beradaptasi, dan berani membawa inovasi ke ruang kelas.

Dengan kepala sekolah sebagai lokomotif perubahan, ia berharap transformasi pendidikan di Makassar tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi berujung pada peningkatan kualitas proses belajar dan output peserta didik.

Penulis : Anti

 Komentar