
SIDRAP, TROTOAR.ID — Puluhan stand berjejer di halaman Sekolah At-Tauhid, Kelurahan Lautang Benteng, Kecamatan Maritengngae, Sidrap.
Namun, di balik ramainya transaksi dalam Market Day At-Tauhid Fest, ada pelajaran penting yang tengah dipraktikkan anak-anak SDIT At-Tauhid.
Mereka tidak sekadar menjajakan produk. Para siswa belajar menawarkan dagangan, melayani pembeli, bekerja sama dalam kelompok hingga mengelola hasil penjualan.
Kegiatan yang digelar Rabu (7/10/2026) tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif. Market Day mendapat sambutan antusias dari siswa, guru, orang tua murid hingga masyarakat sekitar.
Bagi Syaharuddin, kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pendidikan yang tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas.
Ia mengapresiasi Yayasan dan Sekolah At-Tauhid yang menghadirkan ruang belajar praktis bagi siswa melalui kegiatan kewirausahaan sejak usia dini.
“Kalau dari kecil sudah belajar jujur dalam berdagang, sudah belajar kompak dalam kelompok, sudah belajar memimpin teman-temannya, insyaallah nanti besarnya mau jadi apa pun, jadi pengusaha, jadi pejabat, jadi pemimpin, pasti akan berhasil,” ujar Syaharuddin.

Menurutnya, Market Day mengajarkan sejumlah nilai penting sekaligus. Anak-anak belajar tentang kejujuran dalam berdagang, kekompakan dalam bekerja, keberanian berkomunikasi, hingga kepemimpinan.
Mereka juga belajar bagaimana sebuah produk disiapkan, ditawarkan kepada orang lain, kemudian bagaimana hasil penjualannya dikelola bersama.
“Market Day” pun menjadi simulasi sederhana kehidupan nyata. Anak-anak berhadapan langsung dengan pembeli, belajar berkomunikasi, mengambil keputusan dan bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing.
Syaharuddin menilai pengalaman seperti itu penting sebagai pelengkap pendidikan formal. Sebab, pendidikan tidak hanya tentang kemampuan akademik, tetapi juga bagaimana anak membangun karakter dan keterampilan sosial.
Ia menekankan pentingnya perhatian terhadap pendidikan sejak jenjang awal, mulai dari kelompok bermain hingga pendidikan menengah. Menurutnya, masa tersebut merupakan fondasi bagi perkembangan anak di masa mendatang.
Syaharuddin bahkan berharap Market Day At-Tauhid Fest dapat dikembangkan lebih luas. Ia menawarkan agar kegiatan serupa tahun depan digelar di Pelataran Ganggawa, Pangkajene, sehingga kreativitas siswa dapat disaksikan masyarakat yang lebih luas.
Sementara itu, Kepala SDIT At-Tauhid, Ustaz Abdul Asis, mengatakan Market Day merupakan agenda tahunan sekolah yang terlaksana melalui kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua murid.
Menurutnya, kegiatan tersebut dirancang untuk menumbuhkan kepercayaan diri sekaligus semangat siswa. Anak-anak didorong untuk berani menawarkan produk dan berinteraksi langsung dengan orang lain.
“Pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Anak-anak juga membutuhkan pengalaman langsung agar mereka bisa belajar berkomunikasi, menawarkan produk dan bersosialisasi,” jelasnya.
Melalui Market Day At-Tauhid Fest, sekolah berupaya menjadikan pengalaman sehari-hari sebagai bagian dari proses belajar. Dari sebuah stand sederhana, anak-anak belajar tentang keberanian, tanggung jawab, kerja sama dan kemandirian.
Nilai-nilai itulah yang diharapkan menjadi bekal bagi para siswa untuk tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri serta mampu menerapkan ilmu yang mereka dapatkan dalam kehidupan sehari-hari.

