
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Ketua DPW PAN Sulawesi Selatan Ashabul Kahfi memberi sorotan khusus terhadap kualitas pembangunan infrastruktur jalan melalui program Multi Years Project (MYP) Pemprov Sulsel.
Di hadapan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan dan jajaran kader PAN Sulsel, Kahfi menyebut pembangunan jalan beton dengan ketebalan hingga 40 sentimeter sebagai sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya dalam proyek jalan beton di Sulawesi Selatan.
“Sepanjang saya melihat pekerjaan jalan beton di Sulawesi Selatan, saya baru menyaksikan jalan beton yang betul-betul tebal. Tingginya sampai 40 cm. Barusan dalam sejarah ada proyek jalan beton setebal 40 cm,” ujar Kahfi, disambut tepuk tangan kader PAN yang hadir.
Pernyataan tersebut disampaikan Kahfi saat menghadiri pelantikan pengurus PAN tingkat DPW, DPD, serta DPW dan DPD PUAN se-Sulsel di Hotel Claro Makassar, Rabu (7/10/2026).
Kahfi mengapresiasi program MYP yang dijalankan Pemprov Sulsel di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.
Menurutnya, program dengan total anggaran Rp3,7 triliun tersebut menjadi salah satu upaya besar pemerintah provinsi mempercepat pembangunan infrastruktur.
MYP tidak hanya menyasar jalan. Program tersebut juga mencakup pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi serta pembangunan rumah sakit regional di Gowa dan Luwu.

“Kami memberikan apresiasi kepada Bapak Gubernur beserta jajaran bahwa pembangunan melalui program MYP Rp3,7 triliun di sektor infrastruktur jalan, irigasi dan rumah sakit regional adalah ikhtiar besar untuk memperkuat konektivitas dan pemerataan antardaerah,” kata Kahfi.
Untuk sektor jalan, program MYP menangani sekitar 1.000 kilometer ruas jalan provinsi. Salah satu pekerjaan yang disoroti Kahfi berada di ruas Hertasning-Aroepala, Kota Makassar, yang dikerjakan melalui kombinasi betonisasi dan pengaspalan.
Ruas tersebut kini telah rampung dan sudah dapat dilalui kendaraan.
Bagi Kahfi, kualitas konstruksi menjadi bagian penting yang tidak boleh dipisahkan dari pembangunan infrastruktur. Ia menilai pembangunan tidak cukup hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi juga harus memastikan infrastruktur mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Ini yang kita harapkan. Pembangunan bukan hanya selesai dibangun, tetapi kualitasnya juga harus dijaga sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam waktu yang panjang,” tegasnya.
Program MYP Sulsel 2025–2027 sendiri mengalokasikan sekitar Rp2,5 triliun untuk penanganan infrastruktur jalan. Selain itu, sekitar Rp500 miliar dialokasikan untuk pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi yang mendukung sekitar 54.000 hektare lahan pertanian.
Sementara untuk pembangunan rumah sakit regional di Gowa dan Luwu, pemerintah provinsi mengalokasikan sekitar Rp485 miliar.
Kahfi berharap pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya memperbaiki konektivitas antarwilayah, tetapi juga memperkuat akses masyarakat terhadap pelayanan dasar dan mendukung aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Menurutnya, keberlanjutan manfaat pembangunan menjadi ukuran penting dari sebuah proyek infrastruktur. Karena itu, kualitas pekerjaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan MYP perlu terus dijaga agar investasi pemerintah memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Sulawesi Selatan.

